Covid-19 Tembus 40 Juta Kasus

Selasa, 20 Oktober 2020 14:37

Stop Covid-19 (Ilustrasi)

FAJAR.CO.ID — Kasus Covid-19 di seluruh dunia pada Senin (19/10/2020) telah menembus angka 40 juta dan telah memakan korban meninggal lebih dari satu juta orang.

Mengutip dari data laman Worldmeters, saat ini terdapat 40.288.857 kasus Covid-19 di seluruh dunia. Jumlah pasien pulih sebanyak 30.121.9376. Sedangkan korban meninggal mencapai 1.118.431 jiwa.

Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi. Paman Sam memiliki 8,3 juta kasus dan 224.730 kematian. India menempati posisi kedua dengan 7,5 juta kasus dan 114.642 kematian.

Urutan ketiga ditempati Brasil dengan 5,2 juta kasus dan 153.905 kematian. Rusia menyusul diurutan keempat dengan 1,3 juta kasus dan 24.187 kematian. Argentina masuk posisi kelima dengan 989 ribu kasus dan 26.267 kematian.

Pada Sabtu (17/10 pekan lalu, dunia mencatatkan rekor baru dalam peningkatan kasus Covid-19. Lebih dari 400 ribu kasus dilaporkan dari seluruh dunia.

Eropa kembali menjadi pusat penyebaran wabah. Menurut analisis Reuters, dari setiap 100 infeksi yang dilaporkan di seluruh dunia, 34 berasal dari negara-negara Benua Biru.

Saat ini Eropa melaporkan satu juta infeksi baru setiap sembilan hari. Lebih dari 6,3 juta kasus telah tercatat di kawasan tersebut sejak pandemi dimulai. Sejumlah negara Eropa telah kembali memberlakukan pembatasan sosial guna mengekang penyebaran virus Corona.

Berdasarkan data terbaru Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa tercatat nyaris 4,8 juta orang di seluruh Eropa terinfeksi virus corona dan sedikitnya 200.587 orang meninggal karenanya.

Angka tersebut mencakup semua negara anggota Uni Eropa, ditambah Norwegia, Islandia, Liechtenstein, dan Inggris Raya. Inggris menjadi negara dengan angka kematian terbanyak yakni lebih dari 43.700, disusul Italia, Spanyol, dan Prancis.

Prancis melaporkan 29.837 kasus baru pada hari Minggu (18/10), menurun dari rekor 32.400 kasus baru yang tercatat sehari sebelumnya. Seiring dengan melonjaknya kasus, Paris dan delapan kota lainnya menerapkan aturan jam malam yang ketat pada Sabtu (17/10), mulai pukul 9 malam hingga 6 pagi.

Inggris menjadi negara di Eropa yang mencatat angka kematian tertinggi. Hampir seperlima angka kematian dari Eropa tercatat di negara tersebut. Pada Minggu (18/10) Inggris mencatat 16.982 kasus harian baru, bertambah 16.717 kasus dari hari sebelumnya. Sedangkan kasus kematian tercatat 67 kasus, turun dari hari sebelumnya yang mencatat 150 kasus kematian.

Italia mencatat 11.705 kasus baru pada Minggu (18/10) naik dari hari sebelumnya yaitu 10.925 kasus. Angka tersebut memecahkan rekor kasus harian baru di Italia.

Kasus kematian juga meningkat menjadi 69 kasus, naik dari hari sebelumnya yaitu 47 kasus kematian. Kasus kematian di Italia menurun secara signifikan dibandingkan pada Maret dan April, ketika kasus kematian harian bisa tercatat lebih dari 900 kasus.

Pihak kepolisian di Republik Ceko menembakkan gas air mata dan water canon untuk membubarkan pengunjuk rasa yang berdemonstrasi menentang pembatasan virus corona di ibu kota Praha pada hari Minggu (18/10). Ribuan orang berunjuk rasa di Alun-Alun Kota Tua untuk memprotes penutupan bar dan restoran serta larangan kompetisi olahraga.

Jerman berupaya kembali meningkatkan kondisi perekonomian di sejumlah kota, di tengah kekhawatiran bahwa musim liburan akan menjadi masalah serius bagi aktivitas bisnis ritel selama bertahun-tahun. (der/fin)

Komentar