Faisal Basri ke Pak Jokowi: Jangan Dengar Celotehan Bank Dunia, Dengarlah Rintihan Rakyat

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ekonom senior, Faisal Basri meminta Presiden Joko Widodo tak mendengar pujian Bank Dunia atas Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Faisal bahkan meminta Presiden Jokowi turun menemui rakyat yang menolak UU Cipta Kerja. Terutama elemen buruh dan mahasiswa yang menggelar demo beberapa hari terakhir.

“Pak Jokowi, jangan dengar celotehan Bank Dunia, dengarkanlah rintihan rakyat yang merasa dikhianati,” kata Faisal di akun Twitter @FaisalBasri, Selasa (20/11/2020).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengutip rilis Bank Dunia dalam cuitannya terkait dukungan lembaga itu atas penerbitan Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja untuk mendongkrak pemulihan ekonomi dalam negeri.

“Undang-Undang Cipta Kerja adalah upaya reformasi besar untuk menjadikan Indonesia lebih kompetitif.’ Ini kata Bank Dunia,” cuit Jokowi lewat akun Twitter-nya pada Jumat (16/10).

Dalam rilis itu, Bank Dunia menyebut Omnibus Law Ciptaker sebagai reformasi skala besar Indonesia di sektor ekonomi agar lebih kompetitif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Omnibus Law Ciptaker dinilai dapat mendukung pemulihan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

Bank Dunia menyatakan Omnibus Law Ciptaker diperlukan untuk menghilangkan aturan-aturan yang ketat dalam kerja sama bisnis sehingga mampu menarik investasi dan dapat membuka lapangan kerja untuk memerangi kemiskinan.

“Dengan menghilangkan batas-batas yang ketat pada investasi, menandakan Indonesia terbuka dalam berbisnis, hal tersebut dapat membantu menarik investor, menciptakan lapangan kerja dan membantu Indonesia memerangi kemiskinan,” demikian rilis Bank Dunia yang dikutip Jokowi.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar