Meski Pandemi, Kegiatan Ekspor di Sulsel Alami Surplus

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Bambang Kusmiarso bersama Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Bank Indonesia mencatat sisi eksternal Provinsi Sulawesi Selatan mengalami surplus perdagangan yang ditopang oleh ekspor. Seperti komoditas nikel, biji-bijian, ikan, udang dan tanaman obat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Bambang Kusmiarso mengatakan pertumbuhan kegiatan ekspor di Sulsel masih terbilang baik atau tumbuh positif, lantaran permintaan dari Luar Negeri cukup tinggi.

“Kebanyakan permintaan dari Jepang dan Tiongkok,” ucap Bambang, Selasa (20/10/2020).

Meski surplus atau istilah yang digunakan apabila jumlah pemasukan lebih besar dibandingkan pengeluaran, tetap saja pertumbuhan ekonomi di Sulsel mengalami kontraksi sebesar 3,87 persen.

“Kontraksi ini karena terbatas lapangan usaha perdagangan, industri, pengolahan, konstruksi, akomodasi makan minum dan transportasi,” bebernya.

Kendati Bambang mengaku angka tersebut masih lebih baik dibandingkan negara-negara lain yang juga mengalami kontraksi. (Anti/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar