Nilai Tukar Rupiah Menguat Per Oktober 2020, Ini Penyebabnya


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Bank Indonesia mencatat nilai tukar rupiah kembali menguat per Oktober 2200 sebesar 0,34 persen atau 1,22 poin. Diketahui angka ini semakin membaik dibandingkan dengan nilai tukar rupiah di bulan sebelumnya.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Suslel, Bambang Kusmiarso memandang bahwa penguatan nilai tukar rupiah tahun ini berpotensi berlanjut seiring levelnya yang secara fundamental masih undervalued.

“Nilai tukar rupiah per Oktober juga menguat 1,22 poin ke poin atau 0,34 persen dibandingkan dengan level September 2020,” ucapnya, Selasa (20/10/2020).

Bambang menyebut hal itu didukung dengan defisit transaksi berjalan dengan rendah, inflasi yang rendah dan terkendali, daya tarik aset keuangan domestik yang tinggi, dan premi risiko Indonesia yang menurun, serta likuiditas global yang besar.

Sebelumnya pada September 2020, Rupiah tercatat melemah 2,13 persen (ptp) dipengaruhi tingginya ketidakpastian pasar keuangan, baik karena faktor global maupun faktor domestik.

Bambang menjelaskan, menguatnya nilai tukar rupiah lantaran meningkatnya likuiditas global dan tetap terjaganya keyakinan investor terhadap prospek perekonomian domestik.

“Likuiditas tetap longgar dan mendorong berlanjutnya suku bunga hingga 9 Oktober 2020,” tutur Bambang.

Lebih jauh, pihaknya telah menambah likuiditas di perbankan sebesar 668 triliun yang berasal dari turunnya BUMN sekitar 155 triliun dan ekspansi moneter 497 triliun.

Kebijakan kelonggaran likuiditas dan penurunan suku bunga yang ditempuh BI mendorong penurunan deposito dan kredit pada September dari 5,49 dan 9,92 dan pada Agustus menjadi 5,18 dan 9,88.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar