Pendemo Omnibus Law Berbuat Anarkis, Polisi: Tidak akan Segan-segan untuk Represif

ILUSTRASI: Massa pengunjuk rasa lari usai petugas Brimob POLRI menembakkan gas air mata untuk di Jalan MH Thamrin, Jakarta, beberapa waktu lalu. Massa pengunjuk rasa yang menolak Omnibus Law akhirnya dibubarkan aparat. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Polda Metro Jaya memastikan tidak akan segan menindak tegas massa unjuk rasa yang berbuat anarkis. Namun, petugas akan mengedepankan tindakam preemtif dan preventif dalam melakukan pengamanan. Penegakan hukum merupakan pilihan terakhir yang diambil kepolisian.

“Kelompok yang memang niatnya melakukan kerusuhan akan kita tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa (20/10).

Yusri mengatakan, berkaca dari unjuk rasa sebelumnya, kerap kali muncul kelompok perusuh menjelang sore hari. Kondisi ini yang menjadi fokus utama aparat gabungan.

“Yang rawan waktu mau selesai itu ada lintas ganti. Lintas ganti ini adalah orang-orang yang memang niatnya untuk kerusuhan beberapa kali dalam beberapa unjuk rasa, kemarin kita sudah mengamankan mereka,” imbuhnya.

Kebanyakan massa perusuh ini didominasi oleh pelajar. Mereka tidak ada niatan untuk menggelar unjuk rasa, mereka hanya digerakan untuk berbuat anarkis. Atas dasar itu, massa yang menggelar unjuk rasa diminta untuk tertib dan tidak anarkis.

“Kepolisian tidak akan segan-segan untuk represif dalam hal ini perusuh-perusuh yang membuat kerusuhan dengan merusak fasilitas umum, pos kepolisian, atau kekerasan-kekerasan lain,” pungkas Yusri.

Diketahui, hari ini kelompok mahasiswa dan buruh akan menggelar unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja. Orasi akan dipusatkan di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Monas, Jakarta Pusat. Unjuk rasa kali ini juga bertepatan dengan 1 tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. (JPC)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar