Risma dan Irjen Pol Muhammad Fadil Imbau Anak-Anak Tak Ikut Demo

Selasa, 20 Oktober 2020 14:34

Wali kota Surabaya Tri Rismaharini didampingi Kapolda Jawa Timur Muhammad Fadil Imron saat video conference bersama berbagai elemen masyarakat. (Rafika Yahya/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Kapolda Jawa Timur Muhammad Fadil Imron melakukan video conference dengan beberapa elemen masyarakat sebagai upaya pencegahan tindakan anarkisme demonstrasi. Dalam kegiatan Senin (20/10), Risma bersama jajarannya mengajak masyarakat untuk melakukan demonstrasi damai. Salah satu pesan utamanya adalah tidak melibatkan anak-anak dalam aksi demonstrasi.

”Kita minta warga untuk menjaga kampung masing-masing dan mencegah anak-anak untuk mengikuti kegiatan yang mereka tidak mengerti,” tutur Risma.

Sebelumnya, pada Senin (19/10), Risma menemui anak-anak yang diamankan Polrestabes Surabaya dalam demonstrasi pada Kamis (8/10). Dalam kesempatan itu, Risma menggandeng psikolog yang mengedukasi anak-anak untuk tidak mengikuti kegiatan yang mereka tidak paham.

”Esensinya di keamanan. Akan ada kepolisian dan TNI yang menjaga. Dengan demikian diharapkan semua bisa dilakukan dengan baik karena terjaga dengan baik,” ujar Risma.

Kapolda Jawa Timur Fadil mengatakan, pelajar yang berhadapan dengan hukum sudah ada ketentuan tersendiri. Sehingga ketika ada pelajar yang diamankan, mereka sudah diperlakukan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. ”Menggunakan UU Perlindungan Anak,” tutur Fadil.

Ketika ditanya apakah pelajar yang diamankan akan mendapatkan SKCK, Fadil belum bisa memastikan. ”Masalah diberikan SKCK atau tidak, menurut saya bukan sesuatu yang harus diperdebatkan. Yang penting sekarang soal bagaimana mencegah mereka untuk tidak terlibat di dalam setiap tindakan yang berisiko hukum pada mereka. Pendekatan preventif,” jawab Fadil.

Komentar