Tenaga Honorer Diberdayakan Jadi Stafsus Anggota Dewan, Ini Penjelasan Sekwan DPRD Makassar

Tenaga Honorer Diberdayakan Jadi Stafsus Anggota Dewan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar William Laurn menilai pemberdayaan 50 tenaga honorer untuk menjadi staf khusus anggota dewan adalah hal yang baik. Karena para honorer ini sedikit banyaknya telah mengetahui seluk beluk keperluan anggota dewan.

“Menurut saya itu bagus. Jadi tenaga honorer diperbantukan pada anggota dewan sebagai stafsus. Jadi intinya 50 orang ini sedikit banyak sudah tahu kebutuhan dan keperluan anggota dewan dan setiap saat bisa dipanggil karena mereka juga bagian dari staf di DPRD Makassar,” tutur William, Selasa (20/10/2020).

Sebelumnya, sebanyak 50 tenaga honorer lingkup Sekretariat DPRD Kota Makassar menandatangani Pakta Integritas dan petunjuk tekhnis berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) nya sebagai staf khusus anggota DPRD Makassar.

Penandatanganan pakta integritas ini disaksikan langsung Plt Sekretaris DPRD Makassar Andi Bukti Jufrie, di ruang Paripurna, Senin (19/10/2020).

Bukti Djufrie mengatakan, dalam penandatanganan Pakta Integritas tersebut, para staf khusus diberi petunjuk teknis dalam mendampingi dewan.

“Jadi mereka tidak susah lagi apa yang akan dilaksanakan, apa yang harus dilakukan, karena di petunjuk teknis sudah ada semua dijelaskan tugas dan tanggung jawab teman-teman staf khusus untuk mendampingi anggota DPRD Makassar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, nantinya para staf khusus itu akan dievaluasi setiap semester/tri wulan (tiga bulan sekali).

“Nanti evaluasinya itu yang menilai anggota dewan dengan sekretariat karena yang pakai ini adalah anggota dewan.Tentu jika kita ingin mengevaluasi kita bertanya ke anggota dewan bagaimana pelaksanaan tugasnya bagaimana yang mendampingi staf khusus ini, disamping juga ada evaluasi dari kami,” jelasnya

Ia juga meminta, para staf khusus tersebut pro aktif berkomunikasi dengan dewan yang didampingi agar nantinya tidak terjadi tumpang tindih.

“Teman-teman harus pro aktif, kalau dia pasif tidak bisa. Dia (staf khusus) yang harus aktif menanyakan bagaimana kondisi tugas-tugas yang akan diberikan,” kuncinya. (endra/fajar)

Komentar


KONTEN BERSPONSOR