Tim Appi-Rahman: Bukti Hukum Bagi-bagi Beras Lengkap, Ada Video, Foto hingga Daftar Penerima

Selasa, 20 Oktober 2020 11:34

“Saya hanya mau bilang: kami hanya melapor. Yang tentukan itu benar atau salah adalah pihak Gakkum du,” singkatnya.

Hati-hati Pakar politik Universitas Bosowa, Arif Wicaksono me negaskan, kasus dugaan bagi-bagi beras yang dilakukan pasangan calon Moh. Ramdhan Pomanto- Fatmawati merupakan kasus serius. Apalagi kasus itu sudah ditingkatkan ke proses penyidikan. Jika sudah berporses di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang di dalamnya ada kejaksaan, dan kepolisian maka pasangan calon harus wanti-wanti.

“Kalau Gakkumdu menyatakan memenuhi syarat maka sudah bisa disidik kepolisian, paslon harus taat mengikuti proses hukum tersebut,” tegasnya.

Di sisi lain, ia mengomentari kerumunan massa yang hadir saat proses pemeriksaan Danny Pomanto yang berlangsung, Senin, 19 Oktober di Polrestabes Makassar. “Seolah-olah ada yang mau berdiri di atas hukum(mengundang massa). Patuhi saja proses hukum yang berjalan,” tegasnya.

Harus Malu

Ia lebih jauh menilai, selalu ada kecenderungan pasangan calon yang tidak percaya diri dan merasa kurang kuat, akan melakukan hal-hal yang cepat untuk mengerek dukungan. Meski dengan cara yang tak patut. Padahal, Danny masuk sebagai petahana. Dengan status itu, harusnya Danny Pomanto punya rasa malu. Apalagi, jika pembagian itu terbukti.

Memang terlihat cukup berat dalam melayani pertarungan dengan tiga pasangan calon lain yang kuat dalam menggalang dukungan juga. “Respons masyarakat kan terlihat di survei dan petahana harusnya di atas50 persen. Tetapi, kami melihat Danny ini kan cenderung tergerus suaranya. Apa lagi lawannya agresif dalam menggalang dukungan,” tegasnya.

Komentar