Usai 7 Bulan Ditutup, Arab Saudi Tambah Kuota Umrah 75 Persen

Jemaah Umrah Akan Diatur Aplikasi I’tamarna

FAJAR.CO.ID — Setelah tujuh bulan ditutup akibat pembatasan virus corona (Covid-19) Pemerintah Arab Saudi pada Minggu (18/10) waktu setempat kembali mengizinkan warganya dan residen atau warga negara asing yang tinggal di negara tersebut untuk melakukan ibadah umrah di Masjidil Haram, Mekah.

Dikutip dari laman Arab News, Senin (19/10/2020), Pemerintah Arab Saudi juga menambah kapasitas hingga 15.000 orang dan 40.000 jemaah atau sekitar 75 persen. Jemaah diizinkan beribadah di Masjidil Haram dengan tetap mengikuti protokol kesehatan seperti mengenakan masker.

Pihak berwenang Mekah menuturkan Masjidil Haram harus disterilkan setiap sebelum dan sesudah tiap kelompok jemaah melakukan ibadah. Sensor termal telah dipasang untuk mengukur suhu tubuh jemaah.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari tahap kedua dari dimulainya kembali pembukaan ibadah secara bertahap. Tahap kedua memungkinkan untuk salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah.

Namun, kelompok jemaah hanya diberi waktu tiga jam untuk menyelesaikan ritual Umrah, Media Arab Saudi melaporkan. Pembukaan tahap pertama ibadah umrah pertama kali dilakukan pada 4 Oktober 2020.

Kementerian Dalam Negeri Saudi mengatakan, bahwa keputusan itu diambil setelah menilai perkembangan virus Corona dan menanggapi keinginan umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan ibadah umrah tersebut.

Sebelumnya, Arab Saudi menghentikan sementara penerimaan jemaah umrah dari sejumlah negara. Hal itu sebagai langkah antisipasi terkait maraknya penyebaran Virus Corona jenis baru atau Covid-19 di seluruh dunia.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar