3 Relawan KAMI di Jabar Tersangka, Ini Tuduhannya

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago/arif/pojoksatu.id

FAJAR.CO.ID, BANDUNG — Polda Jabar kembali menetapkan tiga orang tersangka baru, dalam kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan terhadap Anggota Polri, saat aksi demo menolak UU Ciptakerja, Tanggal 8 Oktober 2020 lalu.

Saat massa dibubarkan, seorang anggota Polri berpakaian preman disekap dan dianiaya oleh sejumlah orang disebuah rumah.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, bahwa dari perkembangan penyidikan, sebelumnya kita ketahui pada tanggal 8 oktober kemarin itu kan ada demo yang lokasinya di DPRD dan Gedung Sate, pada saat itu ada anggota polisi yang disekap, kemudian dianiaya di jalan Sultan Agung.

“Dari kejadian tersebut kita mendapatkan tersangkanya sebanyak 7 orang, tiga orang dilakukan penahanan, dan empat orang tidak dilakukan penahanan, hanya wajib lapor, tapi statusnya tetap sebagai tersangka,” jelas Kabid Humas Polda Jabar, Rabu (21/10).

Kabid Humas menambahkan, bahwa kemarin dari hasil penyidikan bahwa, muncul tiga orang lagi, yang kemudian kemarin sudah dilakukan penangkapan dan dilakukan penahanan juga.

“Tiga orang ini, mereka statusnya sama, pengeroyokan, satu pekerjaannya mahasiswa, dua lagi swasta,” jelasnya.

Untuk inisial tersangka, yakni IR kelahiran 1983, MYR kelahiran 1997 dan URJ kelahiran 1996.

Saat ditanya apakah tiga tersangka baru ini, merupakan pejabat KAMI Jabar, Kabid menegaskan bahwa mereka relawan.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar