Ferdinand Hutahaean ke Mahasiswa: Jangan Petantang-petenteng Bangga sebagai Aktivis

Rabu, 21 Oktober 2020 10:39

Massa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Ja...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ferdinand Hutahaean mengomentari ultimatum Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), untuk Presiden Joko Widodo saat aksi demo 20 Oktober 2020 menolak UU Cipta Kerja di Jakarta, Selasa (20/10).

Diketahui, massa BEM SI mendesak Presiden Ketujuh RI yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu, agar menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) tentang pembatalan Omnibus Law Cipta Kerja. Mereka memberikan waktu 8×24 jam kepada suami Iriana itu.

“Dik, saya kasih tau dengan bahasa yang sangat mudah ya, bahwa kamu, kalian adalah generasi pertama yang akan menikmati kemudahan mencari kerja atas adanya UU Ciptaker ini. Begitu lulus, kalian tak perlu nganggur atau hanya menjadi tenaga kerja non formal. Sadarlah.!” tulis Ferdinand lewat akunnya di Twitter.

Saat dihubungi jpnn.com, Rabu (21/10), Ferdinand Hutahaean mengaku ingin menyampaikan beberapa poin untuk mahasiswa yang masih menggelar aksi unjuk rasa menolak UU Ciptaker.

Pertama, kata eks politikus Partai Demokrat itu, dia menilai bahwa mahasiswa yang menolak UU Ciptaker belum mengetahui sisi baik dari UU dengan konsep omnibus law tersebut.

Padahal, kata Ferdinand, mereka yang sesungguhnya angkatan kerja yang akan paling menikmati dan akan menjadi generasi pertama penikmat mamfaat UU ini.

“Karena dua atau tiga tahun ke depan akan banyak industri masuk ke dalam negeri dan mereka akan menjadi angkatan kerja yang mudah mendapatkan lapangan pekerjaan,” jelas Ferdinand.

Bagikan berita ini:
4
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar