Jenderal Bintang Satu Disanksi Nonjob Sampai Pensiun Karena Terlibat LGBT

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Seorang perwira polisi berinisial Brigjen (Pol) EP yang diduga memiliki orientasi seksual lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dijatuhi sanksi berupa tidak diberi jabatan (nonjob) sampai pensiun.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono sanksi tersebut telah diberikan setahun silam. “Sudah setahun yang lalu,” kata Irjen Argo saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya diberitakan bahwa seorang perwira tinggi Polri berpangkat Brigadir Jenderal yang berinisial EP diperiksa Divisi Propam Polri karena diduga terlibat kelompok LGBT.

Hal ini diungkapkan Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Pol Sutrisno Yudi Hermawan. “Sudah diperiksa Propam tahun 2019. Sudah disidangkan dan disanksi,” ujar Sutrisno menegaskan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan bahwa Polri akan menindak tegas apabila ada anggotanya yang terbukti tergabung dalam kelompok LGBT. Tindakan tegas akan diberikan sebagaimana aturan yang berlaku.

Menurut dia, dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri sebagaimana Pasal 11 huruf c, dikatakan setiap anggota Polri wajib menaati dan menghormati norma kesusilaan, norma agama, nilai-nilai kearifan lokal, dan norma hukum.

“Jadi, kalau terjadi hal tersebut tentunya Polri akan tindak tegas karena memang sudah ada aturan hukumnya bagi yang melanggar tentunya sanksi kode etik sudah menunggu,” kata Awi.Namun demikian Awi mengatakan bahwa hingga saat ini belum menerima laporan mengenai adanya anggota Polri yang tergabung dalam kelompok LGBT. “Nanti kami tanyakan perkembangannya ke Propam,” ucap dia.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar