Kinerja Stafsus Milenial, Wapres hingga Dua Menteri Dipertanyakan, Ferdinand: Hanya Jadi Simbol Belaka?

Rabu, 21 Oktober 2020 17:17

Ferdinand Hutahaean

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Sudah setahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma’ruf Amin. Beragam penilaian atas prestasi dan kinerja pemerintahan selama setahun.

Politikus Ferdinand Hutahaean pun tak lupa memberikan beberapa catatan. Meski selama ini ikut mendukung Presiden Jokowi, dia tetap memberikan kritik demi perbaikan empat tahun berikutnya.

Pertama dia mempertanyakan kinerja staf khusus milienial presiden. Diketahui, November 2019, Jokowi mengangkat 7 anak muda sebagai staf khususnya.

Mereka adalah Putri Indahsari Tanjung, Adamas Belva Syah Devara, Ayu Kartika Dewi, Angkie Yudistia, Gracia Billy Yosaphat Membrasar, Andi Taufan Garuda Putra, dan Aminudin Ma’ruf. Belakangan dua stafsus mengundurkan diri, Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra.

“Setahun sudah periode kedua pak @jokowi, apa kabar Staff Khusus Presiden yang milenial-milenial itu?” tanya Ferdinand lewat akun Twitter @FerdinandHaean3, Rabu (21/10/2020).

Ferdinand lantas menyindir fungsi staf khusus presiden. Dia mengaku belum mendengar prestasi staf khusus presiden hingga kini.

“Adakah mereka berguna atau hanya jadi simbol belaka? Adakah tugas khusus mereka atau hanya makan gaji sambil tidur? Maaf, saya tak pernah dengar mereka bekerja dan bermanfaat. Mungkin saya salah!” tuturnya.

Tak sampai di situ, mantan kader Partai Demokrat itu juga mempertanyakan kinerja Wapres KH Ma’ruf Amin dan beberapa menteri semisal Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Madsuki dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Wishnutama.

Komentar