Pemprov Sulsel Tegaskan Dana PEN Bukan untuk Rehabilitasi Stadion Mattoanging

Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, menegaskan realisasi pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang didapatkan Pemerintah Provinsi Sulsel sebesar Rp1,3 triliun diperuntukkan khusus untuk pemulihan ekonomi. “Itu khusus untuk pemulihan ekonomi jangan dicampur baurkan,” ucap Nurdin Abdullah, Rabu (21/10/2020).

Eks Bupati Bantaeng itu menyebut dana PEN tidak akan diganggu gugat, termasuk jika untuk rehabilitasi Stadion Mattoanging yang saat ini telah memasuki babak baru yakni proses pembongkaran.

“Saya mau sampaikan dana PEN bukan untuk stadion tapi untuk pemulihan ekonomi,” tegasnya.

Ia menjelaskan pinjaman dana PEN yang didapatkan merupakan kebijakan baru yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yakni pinjaman PEN Daerah dan penempatan dana di Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Sebelumnya, Gubernur Sulsel juga telah melakukan penandatanganan bersama dengan PT SMI untuk penyaluran pinjaman dana PEN sebesar Rp1,3 triliun itu.

“Jadi PEN itu kebijakan pusat. Namanya pinjaman 0 persen. Ada nggak namanya pinjaman 0 persen? Nggak adakan. Jadi itu untuk pemulihan ekonomi, kalau ini (stadion) InsyaAllah dananya sudah siap,” beber Nurdin.

Adapun pada pelaksanaan realisasi pinjaman PEN daerah dikelola oleh Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) dan dilaksanakan melalui PT SMI (Persero) sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan. (Anti/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar