Sebut Jokowi-Ma’ruf Jauh dari Janji Kampanye, PKS: Harusnya Oposisi di Luar Parlemen Diberi Ruang

jokowi-ma'ruf. (int)

FAJAR.CO.ID — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai satu-satunya parpol oposisi di parlemen pun menyoroti setahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR, Mulyanto, mengatakan, secara umum kinerja pemerintahan Jokowi di bawah standar. Menurutnya, kinerja yang ada sekarang jauh dari janji kampanye yang disampaikan kepada rakyat.

“Pemerintahan Jokowi di periode kedua ini ambyar. Hampir semua sektor kehidupan mengalami grafik penurunan. Karena yang naik hanya utang dan kasus penangkapan aktivis yang kritis terhadap pemerintah,” ujar Mulyanto kepada wartawan, Rabu (21/10).

Secara sosial kemasyarakatan, masyarakat Indonesia terbelah menjadi cebong-kadrun. Pemerintah yang seharusnya mendamaikan, kata dia, ternyata malah jadi sumber perpecahan. Hal ini ditandai dengan adanya kelompok influencer (berpengaruh) di media sosial yang digerakkan sebagai buzzer dan didanai langsung oleh negara.

“Tak tanggung-tanggung besaran dana untuk influencer dan buzzer ini lebih besar daripada anggaran riset vaksin,” ujarnya.

“Pemerintah gagal membangun rasa kebersamaan masyarakat. Dengan segala sumberdaya dan kewenangan yang dimiliki Pemerintah harusnya bisa mencegah keadaan ini agar jangan sampai meluas. Tapi sayangnya pemerintah terkesan lebih menikmati kondisi ini daripada menyelesaikannya. Sehingga masyarakat kita rentan dari perpecahan,” katanya.

Secara politik, Mulyanto berpendapat, pemerintah merasa terganggu oposisi, baik di parlemen maupun di luar parlemen. Pemerintah menganggap oposisi sebagai ancaman sehingga perlu ditiadakan dengan segala cara.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar