Viral Video Perwira Brimob Dipukul Anggota Sabhara, Ini Penjelasan Mabes Polri

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono memberikan penjelasan terkait tidak ditahannya Irjen Napoleon Bonaparte meski sudah ditetapkan sebagai tersangka (Antara Photo)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mabes Polri merespons sebuah video pemukulan yang dilakukan anggota polisi saat mengamankan demo di Jambi, Selasa (20/10) kemarin.

Dalam video yang viral itu, disebutkan bahwa polisi memukul seorang perwira dari satuan brimob yang sedang menyamar.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, narasi yang ada pada video tersebut sama sekali tidak benar.

“Terkait video viral di media sosial yang mengatakan bahwa perwira brimob menyamar sebagai mahasiswa dan ditangkap oleh polisi lalu kena pukul personel sabhara adalah tidak benar,” tegas Awi ketika dikonfirmasi, Rabu (21/10).

Awi menambahkan, seorang yang ditangkap dan sedang memakai almamater warna hijau benar sebagai mahasiswa, bukan perwira dari brimob.

“Yang ditangkap menggunakan almamater hijau (Universitas Batanghari) saat kejadian adalah benar-benar mahasiswa,” tambah Awi.

Menurut Awi, kejadian sebenarnya adalah perwira dari intel brimob, menangkap mahasiswa yang diduga menjadi provokator dan rusuh saat demo menolak UU Cipta Kerja. “Jadi, mahasiswa itu dibawa perwira intel brimob,” imbuh Awi.

Pada saat itu, lanjut Awi menerangkan, sempat terjadi salah paham karena intel brimob yang memakai baju preman sempat terkena pukul oleh anggota sabhara.

“Perwira (baju preman) itu mengamankan mahasiswa dan menghalangi anggota sabhara yang mau memukul mahasiswa, makanya ada salah paham sedikit di lapangan, tetapi sudah clear setelah tahu yang membawa mahasiswa adalah perwira intel brimob,” beber Awi.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar