270 Orang Anarko Diamankan

Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Sejumlah mahasiswa dan pelajar terlibat aksi bentrok dengan aparat kepolisian didekat Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, Senin (30/9/2019).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sebanyak 270 orang diamankan terkait demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Selasa (20/10). Mereka diamankan karena berniat membuat rusuh dan melakukan provokasi massa.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan jajarannya mengamankan 270 orang yang diduga sebagai kelompok Anarko Sindikalis. Mereka berniat membuat ricuh pada unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja pada Selasa, 20 Oktober 2020.

“Sebelum dan pasca (unjuk rasa) kita amankan 270, ini bentuk preventif yang kita lakukan,” katanya di Mako Polda Metro Jaya, Rabu (21/10).

Dijelaskannya, demo pada 20 Oktober 2020 berlangsung damai dan tertib. Ini terjadi karena antisipasi pihak kepolisian yang terus mengingatkan para pengunjuk rasa untuk waspada terhadap penyusup.

“Kami sudah preemptive sampaikan ke teman-teman yang akan melaksanakan unjuk rasa. Jaga masing-masing massanya jangan sampai dimasuki para provokator,” tuturnya.

Menurutnya, para mahasiswa yang menggelar unjuk rasa pun sangat sigap terhadap orang-orang yang terindikasi sebagai perusuh yang mencoba memancing keributan.

“Alhamdulillah kemarin sudah, bahkan mahasiswa pun marah kalau ada yang dimasuki oleh orang-orang yang mencoba provokasi. Siapa yang provokasi? Perusuh-perusuh ini,” tambahnya.

Dikatakannya pula, dalam demo 20 Oktober, kehadiran massa pelajar berkurang. Hal itu setelah diamankannya tiga orang yang menjadi penggerak dan provokator para pelajar lewat media sosial.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar