Akbar Faizal Sebut DP Wali Kota yang Tidak Buat Apa-apa

Kamis, 22 Oktober 2020 06:04

“Yang lebih buruk lagi kalau tidak ada negative campaign terhadap beliau. Karena beliau sebagai petahana yang ingin maju lagi, justru dia mesti dinyatakan sebagai tidak berhasil. Dengan memperlihatkan kontras dari kebijakannya. Orang yang pernah mengelola kebijakan publik, dia memang adalah sasaran negative campaign,” sambungnya.

Kritikan terhadap kegagalan DP memimpin Kota Makassar sudah banyak digaungkan oleh sejumlah tokoh. Bahkan, mantan anak buahnya seperti mantan Sekretaris Kota Makassar, Ibrahim Saleh serta mantan Kadis Perikanan dan Pertanian Makassar Abdul Rahman Bando yang kini menjadi rivalnya di Pilwalkot Makassar 2020.

Ibrahim sebelumnya mengungkap kegagalan DP dalam mengimplementasikan sejumlah program dikarenakan manajemen dan gaya kepemimpinannya. DP dikenal terlalu individualistik, dimana dirinya tak memberikan peran dan ruang kepada para pembantunya, seperti wakil wali kota, sekkot, asisten dan kadis. 

“Di era kepemimpinan DP selaku wali kota, sistem pemerintahan memang tidak berjalan sesuai regulasi pemerintahan yang ada. Banyak fungsi dan peran terpotong. Misalnya peran wakil wali kota kurang optimal karena tertutup, bahkan bisa dibilang terkunci oleh pola manajemen dan gaya kepemimpinan wali kota kala itu,” ujarnya. 

“Jadi bukan pembantu wali kota menjadi penyebab kegagalan program Pemkot Makassar. Penyebab utamanya adalah gaya kepemimpinan wali kota yang tidak mempercayai dan mendelegasikan sebagian kewenangan dan tanggung jawab kepada staf atau pembantunya,” tukas Ibrahim. (*)

Komentar