Aparat Penegak Hukum Ragukan Hasil Audit Inspektorat Wajo

Kamis, 22 Oktober 2020 21:40

Inspektur Wajo, Saktiar (tengah) saat menghadiri aspirasi di Gedung DPRD Wajo beberapa waktu lalu.

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Wajo menilai kinerja Inspektorat Wajo kurang profesional. Sebab belum mampu memberikan kontribusi pencegahan korupsi.

Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam mengatakan, permasalahan utama di Inspektorat Wajo adalah kurangnya independensi.

Proses kegiatan audit, reviuw, evaluasi, dan pemantauan, dipengaruhi berbagai macam intervensi pimpinan.

Kondisi menyebabkan kinerja tidak maksimal dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya dilingkup Pemkab Wajo sebagai pengawas internal.

Bahkan hasil Inspektorat Wajo, terkadang berbanding terbalik dengan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)

“Padahal mereka (Inspektorat, red) memegang peranan cukup penting dalam pengawasan. Jadi bagaimana caranya meminimalisir tindakan yang menyimpang setiap pengelolaan keuangan,” ujarnya, Kamis, 22 Oktober.

Hal itu terbukti, dari banyaknya sorotan yang diterima Inspektorat Wajo dari masyarakat dan aktivis.

Hal serupa juga diungkapkan Kejari Wajo, Eman Sulaeman. Menurutnya, memutus mata rantai tindak pidana korupsi khususnya di Wajo. Tentu bergantung pada peran inspektorat.

“Saya rasa banyak faktor mempengaruhi integritas. Kami menganggap perlunya ada perbandingan audit. Sebab hasil audit inspektorat berbeda BPKP,” ucapnya.

Menyikapi hal itu, Inspektur Wajo, Saktiar, menyebutkan LHP yang dikeluarkan inspektorat, diakuinya sudah dikerjakan secara profesional sesuai prosedur dan petunjuk teknis.

“Perbedaan hasil audit inspektorat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ataupun BPKP terletak pada pelaksanaan pekerjaan,” tutupnya. (man/fajar)

Komentar