Gawat, Sukarelawan Vaksin Covid-19 Meninggal Dunia

Ilustrasi vaksin Covid-19 (ANTONOV/AFP)

FAJAR.CO.ID, SAO PAULO – Otoritas kesehatan Brazil Anvisa mengatakan pada Rabu (21/10) bahwa seorang sukarelawan peserta uji klinis vaksin COVID-19, yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford, meninggal dunia.

Namun, Anvisa menambahkan bahwa uji coba vaksin tersebut akan dilanjutkan.

Oxford membenarkan bahwa ada rencana untuk terus melakukan pengujian. Melalui pernyataan, universitas itu mengatakan bahwa setelah penilaian yang cermat tidak ada kekhawatiran tentang keamanan uji klinis. AstraZeneca belum berkomentar.

Seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa, uji klinis mungkin akan ditangguhkan jika relawan yang meninggal itu sebelumnya mendapat vaksin COVID-19.

Sumber itu menggambarkan bahwa relawan tersebut adalah bagian dari kelompok yang diberi suntikan meningitis.Universitas Federal Sao Paulo, yang membantu mengoordinasikan uji klinis fase 3 di Brazil, mengatakan komite peninjau independen juga merekomendasikan agar uji coba dilanjutkan.

Universitas tersebut sebelumnya memastikan bahwa sukarelawan yang meninggal adalah warga Brazil, namun tidak memberikan keterangan lebih rinci soal jati diri sang sukarelawan.

“Semuanya berjalan seperti yang diharapkan, tanpa catatan komplikasi serius terkait vaksin yang melibatkan para sukarelawan yang berpartisipasi,” kata universitas Brazil itu dalam pernyataan.

Sejauh ini, 8.000 dari 10.000 sukarelawan yang direncanakan dalam uji coba telah direkrut dan diberikan dosis pertama di enam kota di Brazil, kata seorang juru bicara Universitas Federal Sao Paulo.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar