Gugatan UU Ciptaker ke MK Bisa Ciptakan Rekor, Jimly Asshiddiqie: Ayo Berjuang Dulu

Anggota DPD Prof Jimly Asshiddiqie -- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Gugatan Undang-undang Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK) terus dilakukan beberapa perwakilan kelompok dan individu.

Mantan ketua MK periode 2003-2008, Jimly Asshiddiqie ikut mendukung gugatan yang dilayangkan oleh beberapa warga negera ke MK terkait UU sapu jagat tersebut.

“Dalam buku “Pengujian Formil UU di Negara Hukum” (2020), sudah saya jelaskan prinsip Due Process of Law mencakup tidak hanya law enforcement tapi juga law making yang sampai kini belum pernah ada yang terkabul di MK.” kata Jimly di akun Twitternya, Kamis (22/10/2020).

Diketahui, ada dua jenis gugatan yang diakui MK: uji formil dan uji materiil. Uji formil terkait proses pembuatan UU itu: mekanisme, transparansi, hingga keterlibatan warga di dalamnya. Jika uji formil dikabulkan MK, otomatis UU yang digugat akan batal.

Sedangkan uji materiil adalah gugatan mengenai pasal-pasal di UU yang dianggap bermasalah dan bertentangan dengan konstitusi. Jika uji materiil dikabulkan MK, hanya pasal tertentu di dalam UU yang digugat saja yang akan batal.

Menurut Jimly, sejauh ini belum satupun keputusan MK yang memenangkan gugatan terkait uji formil. Jika uji UU Cipta Kerja dilakukan melalui uji formil dan dikabulkan MK, kata Jimly itu sebuh record baru.

“Bisa saja dengan UU Ciptaker, record pecah dengan terkabulnya uji formil di MK. Ayo berjuang dulu,” ungkapnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar