Jokowi Kritik Komunikasi Publik Menterinya, Gus Ulil: Bertemu Bebek saat Aksi Protes Itu Teramat Buruk

Jokowi Kunjungi Peternakan bebek di Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur para menterinya karena komunikasi publik yang buruk. Akibatnya, UU Omnnibus Law Cipta Kerja jadi kontroversi di tengah masyarakat.

Hal tersebut diakui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Menurutnya, ada banyak masukan terkait dengan omnibus law UU Cipta Kerja tersebut.

“Khusus omnibus Cipta Kerja, memang ada masukan dari banyak pihak. Kami semua ditegur presiden, komunikasi publik kami sungguh sangat jelek,” ujar Moeldoko, Rabu (21/10).

Moeldoko menyebut, karena komunikasi publik yang buruk itulah UU Cipta Kerja mendapat penolakan dari masyarakat luas.

Cendekiawan Nahdatul Ulama (NU), Ulil Abshar Abdallah, menilai, komunikasi Presiden Jokowi ke masyarakat juga buruk. Hal itu terlihat ketika dia mengunjungi peternakan bebek di Kalimantan.

Kunjungan itu dilakukan Jokowi tepat di mana hari pertama Buruh dan Mahasiswa melakukan demonstrasi tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja awal Oktober lalu di depan Istana Negara, Jakarta.

“Pak Jokowi, nyuwun sewu, njenengan pergi ke Kalteng dan bertemu bebek di sana pada saat buruh dan mahasiswa protes di Ibu Kota, itu juga komunikasi yang buruk.” Ucap Ulil Abshar Abdallah, di twitternya, Kamis (22/10).

Ulil bilang, bahkan sikap Jokowi tersebut sangat buruk. Seolah bebek dianggap lebih berharga ketimbang buruh yang melakukan demonstrasi.

“Teramat buruk malahan, menurut saya. Apakah bebek lebih berharga ketimbang buruh?” cetus pria yang biasa disapa Gus Ulil ini. (dal/fin)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar