Klaim Media Rusia, Mesut Oezil Disingkirkan Karena Isu Muslim Uighur

Mesut Oezil menyaksikan rekan-rekannya berlaga dari tribun. Dia sudah tak masuk dalam skuad Arsenal. (Andrew Matthews / POOL / AFP)

FAJAR.CO.ID – Pentas Premier League baru bergulir lima pekan. Namun, bagi Mesut Oezil, musimnya di Premier League bersama Arsenal sudah berakhir.

Oezil bahkan tak pernah lagi merasakan atmosfer Premier League setelah restart kompetisi Juni lalu. Sampai musim ini, dia hanya duduk manis di tribun. Ya, musim ini nama Oezil tak masuk 25 pemain untuk skuad Premier League.

Laporan dari media Rusia, Russian Today, penyingkiran Oezil ini bukan semata urusan sepak bola. Menurut jaringan televisi yang dikontrol pemerintah Rusia tersebut, Oezil dikeluarkan dari skuad Arsenal karena pengaruh Tiongkok.

Pada 13 Desember lalu, Oezil membuat heboh dan kontroversi. Pemain Jerman berdarah Turki itu memposting ungkapan pembelaan terhadap Muslim Uighur yang berada di wilayah Xinjiang pada akun Instagram pribadinya.

Menurut surat kabar Inggris Daily Mail, Arsenal memiliki kepentingan bisnis yang besar di Tiongkok. Di sana, Arsenal punya jaringan restoran, menjadi partner resmi lotre, dan memiliki bisnis vehicle provider.

Efek dari unggahan Instagram itu, profil Oezil di akun Weibo yang memiliki empat juta follower dihapus. Namanya juga dihilangkan dari video games Pro Evolution Soccer yang dirilis di Tiongkok.

Walau Arsenal enggan mengomentari soal ini, tetapi menurut Russian Today indikasi adanya tekanan dari Tiongkok sangat jelas. Dua hari setelah Oezil memposting kritiknya kepada pemerintah Tiongkok soal Muslim Uighur, televisi milik pemerintah Tiongkok CCTV langsung menyetop tayangan laga Arsenal kontra Manchester City.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar