Klaim Media Rusia, Mesut Oezil Disingkirkan Karena Isu Muslim Uighur

Kamis, 22 Oktober 2020 21:01

Mesut Oezil menyaksikan rekan-rekannya berlaga dari tribun. Dia sudah tak masuk dalam skuad Arsenal. (Andrew Matthews / POOL / AFP)

FAJAR.CO.ID – Pentas Premier League baru bergulir lima pekan. Namun, bagi Mesut Oezil, musimnya di Premier League bersama Arsenal sudah berakhir.

Oezil bahkan tak pernah lagi merasakan atmosfer Premier League setelah restart kompetisi Juni lalu. Sampai musim ini, dia hanya duduk manis di tribun. Ya, musim ini nama Oezil tak masuk 25 pemain untuk skuad Premier League.

Laporan dari media Rusia, Russian Today, penyingkiran Oezil ini bukan semata urusan sepak bola. Menurut jaringan televisi yang dikontrol pemerintah Rusia tersebut, Oezil dikeluarkan dari skuad Arsenal karena pengaruh Tiongkok.

Pada 13 Desember lalu, Oezil membuat heboh dan kontroversi. Pemain Jerman berdarah Turki itu memposting ungkapan pembelaan terhadap Muslim Uighur yang berada di wilayah Xinjiang pada akun Instagram pribadinya.

Menurut surat kabar Inggris Daily Mail, Arsenal memiliki kepentingan bisnis yang besar di Tiongkok. Di sana, Arsenal punya jaringan restoran, menjadi partner resmi lotre, dan memiliki bisnis vehicle provider.

Efek dari unggahan Instagram itu, profil Oezil di akun Weibo yang memiliki empat juta follower dihapus. Namanya juga dihilangkan dari video games Pro Evolution Soccer yang dirilis di Tiongkok.

Walau Arsenal enggan mengomentari soal ini, tetapi menurut Russian Today indikasi adanya tekanan dari Tiongkok sangat jelas. Dua hari setelah Oezil memposting kritiknya kepada pemerintah Tiongkok soal Muslim Uighur, televisi milik pemerintah Tiongkok CCTV langsung menyetop tayangan laga Arsenal kontra Manchester City.

Manajer Arsenal Mikel Arteta menolak semua spekulasi tersebut. “Yang bisa saya katakan, keputusan ini adalah murni soal sepak bola,” kata Arteta kepada Daily Mail.

Selain Oezil, Arteta juga meninggalkan bek tengah Sokratis Papastathopoulos. Hanya, dibandingkan Sokratis, sosok Oezil lebih punya pengaruh di London Colney, kamp latihan Arsenal.

Oezil masih tercatat sebagai pemain yang bergaji termahal di Arsenal. Nominalnya mencapai GBP 350 ribu (Rp 6,69 miliar) per pekan.

’’Oezil takkan pernah main untuk Arsenal lagi. Karena dia tidak akan bisa menekan seperti yang diinginkan Arteta,’’ begitu analisis mantan pemain belakang timnas Inggris dan Manchester City Micah Richards, dalam kolomnya di Daily Mail.

Richards menulis, Oezil tak punya kemauan untuk merebut hati Arteta. ’’Jika seorang pemain mempunyai bakat dan ada kemauan untuk bekerja, siapa pun pelatihnya pasti bisa menemukan ruang untuknya,’’ sambung Richards. Ya, relasi Oezil dengan Arteta renggang sejak musim lalu.

Sebelum dicampakkan dari komposisi pemain untuk Premier League, nama gelandang 32 tahun itu lebih dulu menghilang dari skuad yang didaftarkan Arsenal untuk melakoni Liga Europa musim ini. Selain dua ajang bergengsi itu, Oezil tak bisa dimainkan di Piala Liga dan Piala FA.

Lalu, ke mana Pemain Terbaik Arsenal Musim 2015–2016 itu selama sisa paro musim ini? Sejatinya, durasi kontrak Oezil baru akan berakhir pada musim panas 2021.

Namun, media-media Inggris memprediksi Oezil sudah angkat koper dari London Utara di bursa transfer musim dingin 2021. Klub Major League Soccer (MLS), DC United, disebut-sebut siap menampungnya.

Performa Oezil bersama Arsenal memang semakin meredup sepeninggal Arsene Wenger dari kursi pelatih Arsenal. Karena itu, Wenger pun dalam wawancara kepada Sky Sports membela mantan pemain andalannya itu.

’’Saya tak tahu apa yang terjadi dalam kesehariannya. Saya hanya dapat berkata, pemain yang kreatif adalah pemain perfeksionis dan terkadang mereka sedikit sensitif serta perlu dimotivasi,’’ tutur Wenger.

Di era Wenger-lah, Oezil didatangkan dari Real Madrid tujuh musim silam. Semua momen indah Oezil bersama Arsenal terjadi selama ditangani Sang Profesor, julukan Wenger. Karena itu, Wenger berasumsi ada alasan lain dari sekadar ketidaksamaan visi permainan Oezil dan Arteta.

’’Oezil pemain sepak bola yang luar biasa. Apa yang terjadi saat ini antara dia dan klub terlihat lebih konfrontatif. Saya tidak yakin itu (mencoret Oezil dari skuad Premier League, Red) ada unsur teknis, lebih dari sekadar teknis. Saya yakin itu,’’ sambung pelatih berkebangsaan Prancis tersebut.

Mantan bek Arsenal yang juga pernah main bareng dengan Oezil, Per Mertesacker, sudah menduga kalau fokus Oezil terpecah tahun ini. Dilansir laman London Evening Standard, Mertesacker di dalam podcast Klick and Rush menganggap Oezil sudah tidak memikirkan penampilannya.

’’Dia menikah, dia berkeluarga. Dia benar-benar berbeda seperti Oezil yang saya tahu selama masih di (Werder) Bremen, Arsenal, dan timnas Jerman,’’ ungkap Mertesacker. (jpg/fajar)

Komentar