Persyaratan Berat, Wajo Gagal Peroleh Dana PEN

Kepala Bappelitbangda Wajo, Andi P. Rukka

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Pemkab Wajo tidak berhasil menggaet program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pemerintah pusat. Alasannya, persyaratan yang dinilai berat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Wajo, Andi P. Rukka mengaku, sudah mengusulkan sejumlah kegiatan pada program penyelamatan kesehatan dan perekonomian nasional dari Menteri Keuangan (Menkeu) itu.

Kata dia, ada syarat-syarat yang menjadi dasar untuk mendapatkan pinjaman dana PEN tersebut. Akan tetapi persyaratannya belum bisa dipenuhi.

“Persyaratan terlalu berat. Jadi dana PEN tidak bisa dipenuhi di tahun 2020 ini,” ujarnya, Rabu, 21 Oktober.

Padahal, kegiatan yang diusulkan seperti pembangunan infrastruktur, pertanian terpadu, sektor usaha UMKM, perdagangan, dan koperasi. Sejalan, bersifat untuk pemulihan ekonomi daerah akibat pandemi Covid-19.

“Kegiatan kita usulkan juga tujuannya sama. Bagaimana caranya supaya daya beli masyarakat meningkat. Dimulai dari rumah tangga lalu ke UMKM. Secara pasti roda perekonomian berputar,” tuturnya.

Pihaknya, belum bisa menjelaskan persyaratan apa saja yang menyebabkan Wajo gagal dalam merealisasikan program tersebut tahun ini.

“Coba ke keuangan, karena yang langsung bicara dengan pengelolanya,” (man)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar