Petinggi KAMI Ditangkap, Polri Dilaporkan ke Komnas HAM oleh KAUM

KAUM melaporkan Polri ke Komnas HAM

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM) telah usai melakukan pengaduan ke Komnas HAM penangkapan Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan, Khairi Amri dan rekan lainnya

Dalam pengaduan itu, KAUM meminta kepada Komnas HAM agar melalukan penyelidikan terhadap pelanggaran HAM atas penangkapan petinggi KAMI itu.

“Kami mohon penyelidikan terhadap tindak pelanggaran (HAM) dalam hal pemyelidikan, penangkapan dan juga penahanan,” kata Penasehat Hukum/Kadiv Infokom KAUM, Eka Putra Zakran kepada pojoksatu.id, Kamis (22/10/2020).

Menurut Eka Putra, tudingan Polri bahwa kleinnya akan melakukan makar lewat penyeberan hoax itu sangatlah tidak masuk akal.

Apalalgi dengan tudingan mendanai peserta aksi untuk melakukan kerusuhan dalam aksi Omnibus Law itu.

“Bahwa dengan Rp 300 ribu tidak mungkin klien kami Khairi Amri akan melakukan makar atau melawan pemerintah,” ungkapnya.

Karena itu, ia meminta agar Komnas HAM mengingatkan Polri agar profesional dalam penegakan hukum. “Polri agar dapat bekerja profesiaoanal,” ujarnya.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri telah menahan sembilan orang dalam kasus ujaran kebencian dan penghasutan terkait UU Omnibus Law Cipta Kerja yang berujung tindakan anarkis di sejumlah wilayah Indonesia. Mereka ditangkap pada Selasa (13/10/2020)

Dari sembilan orang tersebut, empat diantaranya ditangkap di Jakarta. Mereka yakni Anggota Komite Eksekutif KAMI Syahganda Nainggolan, Deklator Anggota Komite Eksekutif KAMI Jumhur Hidayat, Deklator KAMI Anton Permana dan penulis sekaligus mantan caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kingkin Anida.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar