Preview Celtic vs Milan: Intimidasi Ibrahimovic

Kamis, 22 Oktober 2020 14:00

Zlatan Ibrahimovic/Instagram

FAJAR.CO.ID, GLASGOW—Celtic akan menantang raksasa Serie A Italia, AC Milan di matchday pertama fase grup Liga Europa. Tuan rumah patut waspada karena bomber Rossoneri, Zlatan Ibrahimovic tengah on fire.

IBRA memang langsung menggebrak awal musim ini. Penyerang veteran asal Swedia itu mampu melesakkan lima gol dalam tiga pertandingan. Empat gol ia torehkan di Serie A dan satu lainnya di kualifikasi Liga Europa.

Terbaru, penyerang veteran berusia 39 tahun tersebut menjadi mimpi buruk Inter Milan dalam laga derbi, akhir pekan lalu. Predator pemain berpostur 195 cm itu mencetak dua gol untuk memastikan timnya menang 2-1 sekaligus mengakhiri dominasi empat musim Inter di derbi Milan.

Modal kemenangan derbi plus ketajaman Ibra membuat Milan menjadi favorit di Celtic Park, dini hari nanti.  Apalagi, pada saat bersamaan, tuan rumah tengah dilanda krisis pemain akibat cedera dan serangan virus korona.

James Forrest dan winger muda, Mikey Johnston sudah dipastikan absen karena cedera. Sementara Ryan Christie, Nir Bitton, Odsonne Edouard, dan Hatem Abd Elhamed semuanya dinyatakan positif virus corona dan kemungkinan tidak akan pulih tepat waktu untuk tampil.

Selain kemungkinan akan kehilangan enam pilar, Celtic menyambut pertandingan ini dengan modal buruk. Pada laga derbi Old Firm kontra musuh bebuyutannya, Rangers mereka kalah 0-2 lewat gol-gol bek tengah Inggris, Connor Goldson.

Tidak heran jika Manajer Celtic, Neil Lennon begitu khawatir menyambut Milan. “James tidak akan tersedia, Chris Jullien, saya sangat meragukan akan tersedia dan kemudian para pemain yang menderita Covid. Mungkin kita akan mendapatkan Ryan kembali, aku tidak tahu, kita harus melihat perkembangannya,” kata Lennon di Scotsman.

Lennon menegaskan, jika tidak sepenuhnya siap, ia tidak akan mengambil risiko memainkan pemainnya. Termasuk Odsonne Edouard yang tidak berlatih selama hampir dua minggu setelah dilaporkan terpapar Covid-19 saat jeda internasional.

“Kami tidak bisa mengambil risiko pada kesehatan siapa pun dan dia juga belum siap. Kami tahu dia tidak punya kesempatan, tapi kami tidak bisa mengatakannya di depan umum. Saya ragu dia akan baik-baik saja untuk hari Kamis (Jumat Wita),” tuturnya seperti dilansir The Scottish Sun.

Problem terbesar Celtic adalah lini serang. Dengan tiga penyerang absen bersamaan akhir pekan lalu, Lennon terpaksa memainkan striker Polandia, Patryk Klimala yang selama ini nyaris tidak pernah mendapatkan tempat sebagai starter.

Jika tidak kabar bagus dari ruang perawatan, Lennon terpaksa harus kembali mengandalkan Albian Ajeti dan Leigh Griffiths. Opsi lain adalah Mohamed Elyounoussi. “Kami tidak memiliki cukup ketajaman, dan para pemain yang datang dari bangku cadangan tidak memiliki dampak yang kami harapkan,” keluhnya menyinggung derbi Old Firm.

Milan sementara itu sangat siap menghadapi Celtic setelah hanya dipastikan kehilangan Ante Rebic, Hakan Calhanoglu, dan Mateo Musacchio. Pelatih Rossoneri, Stefano Pioli bahkan menegaskan pasukannya datang ke Glasgow dengan ambisi besar.

“Kami adalah Milan, dan kami harus ambisius. Kami tidak dapat memilih antara Liga dan Eropa. Kami akan terus memikirkan satu pertandingan pada satu waktu. Kami ingin tampil baik di Eropa dan kami akan berusaha memenangkan Piala. Grup kami seimbang, kami hanya memikirkan Celtic,” tegas Pioli kepada Radio Anch’io.

Stefano Pioli memperingatkan Celtic, bahwa Milan bekerja keras untuk masuk kembali ke kompetisi Eropa dan sekarang mereka akan berusaha tetap bertahan. “Kami bekerja keras untuk kembali ke Eropa dan sekarang kami ingin tetap di sana,” kata Pioli kepada Milan TV.

“Liga Europa adalah kompetisi yang penting, kami memiliki grup yang sangat seimbang dan kompetitif, jadi kami ingin memulai dengan kuat. Wajar jika ada ekspektasi tinggi di sekitar kita, dan itu memang benar, karena kita mengenakan jersey bergengsi dari klub yang terbiasa menang,” tegasnya.

Diogo Dolot yang musim panas ini dipinjam dari Manchester United dan kemungkinan akan diberikan kesempatan debut juga melontarkan tekad timnya. “Kami datang dari kemenangan hebat di derbi, sekarang kami fokus pada Liga Europa,” ujarnya di situs resmi Milan.

Kedua klub terakhir kali saling berhadapan pada tahun 2013, di fase grup Liga Champions. Saat itu, AC Milan mengalahkan Celtic dengan skor 3-0 berkat gol dari Kaka, bek tengah Kolombia, Cristian Zapata dan Mario Balotelli. (amr)

Prakiraan Pemain

Celtic (3-5-2): Barkas; Jullien, Duffy, Ajer; Frimpong, Brown, Ntcham, McGregor, Laxalt; Albian Ajeti, Leigh Griffiths

AC Milan (4-3-3): Donnarumma; Conti, Kjaer, Romagnoli, Dalot; Tonali, Krunic, Diaz; Hauge, Ibrahimovic, Castillejo

Head to head

26/11/13 Celtic 0-3 AC Milan

18/09/13 AC Milan 2-0 Celtic

04/12/07 AC Milan 1-0 Celtic

03/10/07 Celtic 2-1 AC Milan

07/03/07 AC Milan 1-0 Celtic

Lima pertandingan terakhir Celtic

17/10/20 Celtic 0-2 Rangers

04/10/20 St. Johnstone 0-2 Celtic

01/10/20 FK Sarajevo 0-1 Celtic

27/09/20 Celtic 3-0 Hibernian

24/09/20 Riga FC 0-1 Celtic

Lima pertandingan terakhir AC Milan

17/10/20 Inter Milan 1-2 AC Milan

04/10/20 AC Milan 3-0 Spezia

01/10/20 Rio Ave 2-2 AC Milan

27/09/20 Crotone 0-2 AC Milan

24/09/20 AC Milan 3-2 Bodoe/Glimt

Perbandingan kekuatan

Rangking klub UEFA

Celtic: 57

AC Milan: 42

Rekaman Pertemuan

Pertandingan: 10

Celtic menang: 1

AC Milan menang: 6

Imbang: 3

Gol: 15

Gol Celtic: 3

Gol AC Milan: 12

Selisih gol: 9

Rekor skor

Kemenangan terbesar Celtic: 2-1

Kemenangan terbesar AC Milan: 3-0

Skor terbesar: 1-3

Komentar


VIDEO TERKINI