Rezim Donald Trump Tuduh Iran Intimindasi Pemilih AS

Kamis, 22 Oktober 2020 15:25

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump -- reuters

FAJAR.CO.ID, WASHINGTON – Direktur Badan Intelijen Nasional Amerika Serikat John Ratcliffe, Rabu (21/10), menyebutkan bahwa Rusia dan Iran sama-sama berusaha mengganggu pemilihan presiden 2020.

“Kami telah memastikan bahwa beberapa informasi pendaftaran pemilih telah diperoleh oleh Iran, dan secara terpisah, oleh Rusia,” kata Ratcliffe dalam konferensi pers yang diatur dengan tergesa-gesa.

“Kami sudah melihat Iran mengirimkan surat-surat elektronik palsu yang dirancang untuk mengintimidasi para pemilih, menghasut kerusuhan sosial, dan merugikan Presiden Trump.”Ratcliffe mengacu pada surel yang dikirim pada Rabu dan dirancang agar terlihat seperti berasal dari kelompok Proud Boys yang proTrump, menurut sumber pemerintah.

Badan-badan intelijen AS sebelumnya memperingatkan bahwa Iran mungkin ikut campur untuk membahayakan posisi Trump, dan bahwa Rusia berusaha membantu presiden petahana itu dalam pemilihan.

Para pakar di luar badan intelijen mengatakan bahwa jika Ratcliffe benar, Iran akan berusaha membuat Trump terlihat buruk dengan meminta perhatian untuk memberi dukungan, juga dengan melancarkan ancaman melalui kelompok itu –yang terkadang melakukan kekerasan.

Bagikan berita ini:
3
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar