Sidang Lanjutan Kasus Jerinx SID, Dua Saksi Ahli Buat Jaksa tak Berkutik

SAKSI AHLI : Saksi ahli bahasa, Jiwa Atmaja, dalam sidang kasus Jerinx di PN Denpasar. (SUHARNANTO/BALI EXPRESS)

FAJAR.CO.ID, DENPASAR- Dua orang saksi ahli, masing-masing ahli bahasa dan hukum pidana, dihadirkan tim pembela I Gede Ari Astina alias Jerinx pada sidang lanjutan di PN Denpasar, Kamis (22/10). Ketut Jiwa Atmaja, ahli bahasa yang diperiksa duluan mengupas habis makna kalimat postingan Jerinx yang membawanya ke kursi pesakitan.

Pensiunan dosen Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia Unud tersebut menerangkan, untuk memahami bahasa, harus sampai kepada dimensi komponen mental yang menganalisis bagaimana maksud dari pengguna bahasa itu sendiri.

“Jadi adakah niat Jerinx melakukan ujaran kebencian atau tidak. Maka kita harus lihat posisi Jerinx sebagai penyair dan penulis lirik, yang punya ragam diksi khusus yang berbeda dengan yang lain,”sambung saksi di depan majelis hakim pimpinan IA Adnya Dewi.

Hal tersebut, kata saksi, tidak dilihat oleh jaksa dan lainnya, bahwa seorang penulis lirik atau penyair punya diksi berbeda dari orang lain. Diksi yang digunakan menyebabkan adanya arti kata yang berbeda dari arti leksikal.

Jika kata ‘kacung’ dan ‘menyerang’ yang digunakan Jerinx dalam postingannya punya konotasi buruk di kamus, tetapi bagi diksi penyair, tidak. “Kata ‘saya tidak akan berhenti menyerang sampai ada penjelasan tentang ini’ itu tidak punya kekuatan menyerang. Kata menyerang, maksudnya tidak akan berhenti bertanya hingga pertanyaannya dijawab,”tegasnya

KONTEN BERSPONSOR

Komentar