Tidak Cukup Bukti, Bawaslu Makassar Hentikan Penanganan Dugaan Kampanye Hitam Erwin Aksa

Erwin Aksa

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bawaslu Kota Makassar resmi menghentikan penanganan dugaan kampanye hitam dengan terlapor Erwin Aksa karena tidak menemukan cukup bukti permulaan.

Komisioner Bawaslu Makassar, Zulfikarnain mengatakan dihentikannya penanganan laporan ini karena tidak cukup bukti untuk dinaikkan ke tahap penyidikan. Sehingga pemeriksaannya berhenti di pembahasan kedua.

“Ya, tidak cukup bukti untuk pidana pemilihan,” ucap Zulfikarnain melalui pesan singkat, Kamis (22/10/2020).

Artinya laporan yang dilayangkan calon walikota Makassar nomor urut 1 Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto melalui kuasa hukumnya Ilham Harjuna, tidak memenuhi unsur pidana untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Berhenti di pembahasan dua,” terang Zulfikarnain.

Diketahui, kritik pedas pengusaha Erwin Aksa terhadap Calon Walikota Makassar Danny Pomanto berujung pada pelaporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan.

Danny melapor atas tuduhan black campaign atau kampanye hitam dengan diwakili kuasa hukumnya, Ilham Harjuna, Rabu (14/10/2020). Erwin dilapor selaku ketua tim pemenangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar Munafri-Rahman Bando.

Laporan ini kemudian dilimpahkan ke Bawaslu Kota Makassar untuk dikaji lebih dalam. Hingga akhirnya dihentikan pemeriksaannya.

Sebelumnya, Komisioner Bawaslu Makassar Divisi Penindakan, Sri Wahyuningsih menegaskan dari struktur pimpinan, komisioner, hingga ke tingkat bawah tidak berpihak ke paslon atau partai politik manapun. Sri memastikan Bawaslu Makassar tetap pada posisi netral dan tidak ‘masuk angin’.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar