Ambulans Partai Nasdem Dibakar di Makassar, 13 Orang Ditangkap

Jumat, 23 Oktober 2020 13:55

Suasana mencekam yang berujung bentrok pada malam tadi di Jalan A.P Pettarani, Kota Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Suasana mencekam yang berujung bentrok pada malam tadi di Jalan A.P Pettarani, Kota Makassar berimbas pada sekretariat Partai Nasdem yang berada di jalan itu.

Kantor dan satu unit ambulans dibakar massa yang sudah anarkis, hingga merusak semua fasilitas umum di ruas jalan protokol itu.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam mengatakan, unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja berujung bentrok membuat polisi tidak jengah untuk menangkap para provokator yang menyusup dalam aksi tersebut.

“Data awal sementara ada 13 orang yang kita amankan,” katanya, Jumat dini hari (23/10/2020).

Perwira tinggi dua bintang ini meyakini jika itu benar telah disusupi oleh sekelompok orang yang membuat onar, dan memprovokasi massa aksi unjuk rasa.

“Ini disusupi juga dengan aliansi makar, Mereka sebut makar, ini sudah melakukan perusakan tindakan pelemparan bahkan pembakaran,” jelasnya kepada wartawan.

Makar itu, lanjut dia, telah bergabung dengan massa aksi yang sudah terprovokasi hingga terjadi aksi saling serang antara makar bersama provokator itu dengan masyarakat yang sudah geram atas ulah mereka.

Makar itu sendiri hingga saat ini masih dalam pengejaran polisi, dan penyidik sendiri masih ingin mengumpulkan barang bukti untuk menangkap orang memperkeruh keadaan saat unjuk rasa, di depan gedung Phinisi kampus UNM tadi malam hingga berujung bentrok.

“Makanya kita bekerja keras tadi kita melakukan penegakan upaya hukum. Kita dorong memisahkan masyarakat dengan mahasiswa yang aksi dan juga dengan kelompok kelompok yang melakukan provokasi,” jelasnya.

Diketahui, unjuk rasa yang berujung pada bentrok itu terjadi pada Kamis, (22/10/2020) sekitar pukul 17.00 Wita kemarin. Dua arah lalu lintas di sana ditutup penuh hingga menimbulkan kemacetan kendaraan.

Selain fasilitas umum yang dirusak, fasilitas dalam gedung Phinisi kampus UNM itu juga jadi sasaran massa yang anarkis. Kaca jendela dalam gedung itu pecah hingga membuat rektor UNM, Prof Husain Syam jadi geram.

“Menurut info dari security, pendemo adalah gabungan (aliansi) mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar. Sehingga kamipun takut mendekat karena mereka pendemo tidak mengenal kami,” kata Prof Husain.

Akibat bentrok itu, fasilitas seperti kaca jendela di gedung universitas berjuluk Kampus Orange itu pecah, akibat massa yang anarkis masuk ke pelataran gedung tersebut.

“Saya rektor UNM mengutuk keras pelaku pengrusakan kampus, dan meminta kepada aparat penegak hukum mengusut tuntas pelaku. Juga diberi hukuman sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya. (Ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
7
10
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar