Azis Namu Soroti Danau Balang Tonjong yang Tak Kunjung Direvitalisasi

Jumat, 23 Oktober 2020 17:23

Azis Namu

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Anggota DPRD Kota Makassar Azis Namu mengaku prihatin dengan kondisi Danau Balang Tonjong yang pada pemerintahan kota Makassar sebelumnya diproyeksi menjadi wahana rekreasi.

Perlu diketahui pada 2016 lalu saat kota Makassar dipimpin Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto akan menata ulang wilayah tersebut menjadi lokasi yang bernilai ekonomis.

Bahkan desain yang telah disayembarakan sejak 2009 lalu akan diubah, lantaran dianggap tidak produktif dan bernilai bisnis.

Danau Balang Tonjong juga dahulunya durencanakan bakal dikeruk untuk dibuat menjadi waduk. Luasnya diperkecil tetapi akan digali lebih dalam agar bisa menampung volume air lebih banyak.

Kini menurut Azis Namu, 4 tahun berlalu setelah semua itu direncanakan, Danau Balang Tonjong yang luasnya mencapai 27 hektare itu bukannya menjadi ikon Kecamatan Manggala, tapi justru terbengkalai.

“Oleh pemerintahan lalu banyak sesuatu yang dijanjikan tapi banyak pula yang tidak terealisasi. Misalnya Balang Tonjong yang dulunya diproyeksi sebagai ikonnya Manggala, tapi sampai saat ini tidak tentu arahnya,” ungkapnya, Kamis (22/10/2020) malam.

Politisi PPP itu menegaskan, ini adalah satu dari sekian banyak kegagalan pemerintahan terdahulu dalam mewujudkan janji-janji kampanyenya.

“Ini salah satu kegagalan pemerintah terdahulu. Masih banyak yang lain,” pungkasnya.

Jubir ADAMA, Indira Mulyasari saat ditanyai soal derasnya kritik kegagalan Danny Pomanto saat duduk sebagai Walikota Makassar, menanggapi santai kritikan tersebut.

Ia menegaskan program yang kini mangkarak itu akan kembali dilanjutkan jika Danny Pomanto terpilih menjadi walikota.

“Ya, sebagian besar dari program yang kita susun dalam visi misi dan program secara detail, tidak jauh beda dari sebelumnya,” terangnya.

Namun, dalam program yang telah disusun selain dari program smart city tersebut, ada beberapa tambahan program misalnya terkait peningkatan percepatan pemulihan ekonomi, UMKM, dan mensupport masyarakat yang terkena dampak Covid-19.

“Termasuk program smart city tetap akan dilanjutkan,” tegasnya. (endra/fajar)

Komentar