Bantah Merah Johansyah Soal Lahan 256 Ha ke UEA, Sofyan Djalil: Itu Tidak Berdasar

Sofyan Djalil. (Foto: Dok JPNN)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tudingan Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Nasional, Merah Johansyah, dibantah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) Sofyan Djalil.

Hal itu terkait tudingan penamaan Jalan Presiden Jokowi di Abu Dhabi, Uni Emirates Arab (UEA).

Merah Johansyah menyebut, penamaan jalan itu ditukar dengan lahan seluas 256 hektar di Kalimantan Timur.

“Itu statement (Merah Johansyah) yang tidak berdasar,” ujar Sofyan kepada RMOL, Jumat (23/10/2020).

Eks Menteri BUMN era Presiden SBY itu menjelaskan fakta sebenarnya terkait isu 256 lahan hektar yang menurut Merah Johansyah diberikan ke UEA.

“Tidak ada permohonan hak atas tanah yang masuk ke BPN,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Sofyan menegaskan apa yang disampaikan Merah Johansyah, khususnya yang menyinggung soal ibu kota baru adalah tidak benar.

Sebab menurutnya, tanah yang ada di Kalimantan Timur sepenuhnya milik pemerintah, dan akan dipergunakan untuk pembangunan ibu kota baru.

“Jika yang dimaksud tanah rencana Ibu Kota baru, itu sepenuhnya tanah negara, sebagian besar berasal dari pelepasan kawasan hutan,” tegasnya.

Sebelumnya, Koordinator Jatam, Merah Johansyah menyebut penamaan Jalan Presiden Jokowi di Abu Dhabi terkait dengan proyek Ibu Kota Nasional di Kalimantan Timur.

Merah Johansyah membagikan tangkapan layar berita berjudul “Cerita dan Harapan di Balik Nama Jaan presiden Joko Widodo di Abu Dhabi”.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar