Beda Pilihan Politik dengan ‘Teman Ranjang’, Ujian Loyalitas Kader Terhadap Institusinya

Jumat, 23 Oktober 2020 16:51

Ilustrasi politik ranjang. (dok JPNN)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar 2020 bakal dihelat 9 Desember mendatang. Sebanyak 4 pasangan calon siap ‘tempur’ memperebutkan hati masyarakat.

Nomor urut 1 Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (ADAMA), Munafri Arifuddin- Rahman Bando (Appi-Rahman) mengantongi nomor urut 2, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (DILAN) nomor urut 3 dan Irman YL-Andi Zunnun (IMUN) di nomor 4.

Sengitnya perang strategi dan gagasan hingga saling lapor pelanggaran tersaji jelas dan menjadi tontonan publik. Namun satu hal yang luput dari perhatian khalayak adalah tokoh-tokoh sentral di belakang para paslon yang seolah ‘terjebak’ dalam ‘politik ranjang’. Apa itu?

Istilah ini merujuk pada perkawanan politik dimulai dari pernikahan sesama politisi, orang penting dalam institusi atau organisasi kemasyarakatan.

Di Pilwalkot Makassar ada pasangan suami istri Rusdin Abdullah-Debbie Purnama yang berbeda pilihan calon. Sang suami berada di barisan ADAMA’ sementara istrinya yang merupakan Legislator Golkar Provinsi Sulsel diinstruksikan patuhi titah partainya yang harus berkontribusi memenangkan IMUN.

Ada juga pasangan Ilham Arief Sirajuddin (IAS)-Aliyah Mustika. IAS secara terang-terangan mendukung DILAN, sementara Aliyah yang merupakan politisi Demokrat diharuskan memenangkan Appi-Rahman.

Tak hanya itu, Erwin Hatta (Ketua Pemuda Pancasila Makassar) dengan Ketua PDIP Makassar Andi Suhada. Keduanya juga berbeda pilihan politik.

Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Sukri Tamma memandang situasi politik ranjang seringkali menjadi dilema terkait dengan aspek institusi dan personal.

Komentar


VIDEO TERKINI