Demonstrasi Tolak Omnibus Law Ditunda

Ilustrasi aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Demonstrasi lanjutan menolak Omnibus Law yang harusnya diadakan Jumat (23/10) di Surabaya dibatalkan. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur Nuruddin Hidayat pada Jumat (23/10) pagi.

Menurut dia, penundaan jadwal demonstrasi karena berkaitan dengan efektivitas waktu. ”Iya dibatalkan terkait efektivitas. Sebab Jumat dianggap kurang efektif. Ini masih koordinasi sama teman-teman lain akan menentukan konsep,” ujar Nuruddin Hidayat.

Dia menjelaskan, koordinasi dilakukan dengan elemen lain seperti Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPI), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), dan sejumlah elemen lain.

”Koordinasi akan membahas fokus penekanan aksi dan konsep dalam tuntutan dan demonstrasi besar pada 27 Oktober,” kata Nuruddin.

Ketika ditanya terkait keterlibatan pihak tertentu, Nuruddin menjawab, terdapat puluhan elemen buruh Jatim yang akan turun ke jalan. ”Belum ada koordinasi dengan mahasiswa. Namun sudah ada kejelasan 27 serikat buruh se-Jawa Timur akan turun,” terang Nuruddin.

Dia mengungkapkan, awalnya mereka berencana melakukan aksi bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, yakni pada 28 Oktober. ”Ada rencana aksi kami awalnya 28 Oktober bertepatan dengan Sumpah Pemuda. Cuma ada tanggal merah Maulid Nabi. Biasanya buruh pada Sabtu dan Minggu pulang kampung, baru kembali Senin pagi atau siang. Sehingga massa kurang maksimal,” papar Nuruddin.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR