Denny Siregar: Mujahidin Versi US di Indonesia Kita Namakan Kadrun

Denny Siregar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pegiat media sosial, Denny Siregar mengingatkan pemerintah dan rakyat Indonesia terkait kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo ke Indonesia.

Diketahui salah satu agenda yang akan dilakukan Mike di Jakarta adalah melakukan dialog dengan beberapa ormas, GP Ansor diantaranya.

“Hati-hati ya teman-teman @Official_Ansor, mungkin ini masih usaha AS lobi-lobi supaya bisa bangun pangkalan militer di Indonesia.. Dengar-dengar sih, demo-demo besar di Thailand juga karena mereka menolak negaranya jadi pangkalan militer..Kalau AS mendekat, kita wajib waspada..,” ungkap Denny di akun Twitternya, Jumat (23/10/2020).

Dia berharap, GP Ansor bisa mengetahui maksud kedatangan Menlu AS ke Indonesia. Terlebih kepentingan AS di Indonesia terutama ASEAN untuk melawan pengaruh China.

“Ini salah satu agenda US ke Indonesia dan salah satunya bertemu dengan@Official_Ansor.. Ini mirip dengan pertarungan ideologi dulu antara US dengan Uni Soviet, tapi kali ini perang ekonomi dgn China.. Supaya kita paham, darimana asal narasi “Cina, Komunis, Aseng” dsbnya..,” jelasnya.

Terakhir, Denny meminta apa yang telah dilakukan AS (United States) di Timur Tengah bisa dihindari di Indonesia. Terlebih keduanya memiliki kesamaan, yaitu mayoritas Islam.

“US dapat inspirasi perang murah dengan biayai mujahidin di Afghanistan saat perang lawan Uni Soviet. Mujahidin yang awalnya bela negara, sekarang digunakan untuk bela kepentingan mereka,” ungkapnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar