IRT Takut Divonis Covid-19, Ketua RT Anggap Dramatisasi Situasi

Suasana rumah Fitri

FAJAR.CO.ID, GOWA – Kelahiran anak ketiga dari pasangan Fitri Handayani dan Alimuddin dibantah oleh ketua RT setempat, yang dianggap pasutri ini takut divonis Covid-19 oleh dokter dan tak punya berkas administrasi untuk menjalani persalinan di rumah sakit.

Ketua RT 1, Patiroi Patau, mengatakan, pasutri ini sebenarnya bukan karena takut divonis Covid-19 hingga dia melahirkan di rumahnya sendiri tanpa bantuan medis, di Jalan Harapan, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, pada Rabu (21/10/2020).

“Bukan faktor utama takut corona. Lebih pada faktor biaya,” kata Patiroi, Kamis (22/10/2020).

Selain itu, lanjut dia, anak bayi laki-laki yang baru saja dilahirkan oleh Fitri seharusnya sudah mendapat perawatan medis dari bidan melalui kartu kontrol.

Namun proses pengurusan pembuatan kartu kontrol itu, diharuskan menyertakan Kartu Keluarga (KK) atau berkas administrasi lainnya. Namun berkas itu tidak dimiliki oleh ibu tiga anak ini.

Hal itu yang membuat Fitri bersama suaminya terpaksa melahirkan anak bayinya itu di rumahnya sendiri tanpa bantuan medis.

“Dia (pihak RS) tidak berani ambil tindakan. Jangan sampai ada riwayat penyakitnya karena tidak ada kartu kontrol. Tidak ada juga berkas administrasi,” tambah Patiroi kepada wartawan.

Alasan Fitri tidak punya berkas administrasi itu karena tercecer saat berada di Malaysia. Patiroi pun mengklaim, bahwa alasan Fitri melahirkan di rumahnya sendiri daripada di rumah sakit karena tidak punya berkas administrasi, adalah bentuk dramatisasi semata oleh Fitri bersama suaminya itu.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar