Keberatan Dakwaan Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra, Hakim Diminta Menolaknya

Jumat, 23 Oktober 2020 14:23

Sidang perdana kasus surat jalan, dan dokumen palsu dengan terdakwa Djoko Tjandra yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (13/10/2020). Perkara yang disidangkan hari ini terkait surat jalan palsu yang digunakan Djoko Tjandra untuk terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

“Melanjutkan Pemeriksaan perkara Pidana atas nama Terdakwa Joko Soegiarto Tjandra alias Joko Soegiarto alias Joko Chan bin Tjandra Kusuma. Apabila Majelis hakim berpendapat lain mohon Putusan yang seadil-adilnya,” tegas Yeni.

Sebelumnya, tim kuasa hukum Djoko Tjandra, Soesilo Aribowo menyebut, surat dakwaan Penuntut Umum tidak cermat, korektif, tidak teliti dalam menuliskan nama terdakwa. Djoko Tjandra dalam eksepsinya menyebutkan, pada bagian identitas terdakwa, Penuntut Umum menulis nama yang bukan merupakan nama Terdakwa, yakni Joko Soegiarto dan Joe Chan bin Tjandra Kusuma.

“Di bagian III Dakwaan Primair, Penuntut Umum menulis dua kali nama yang bukan merupakan nama Terdakwa,” kata Soesilo membacakan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (20/10).

Soesilo menyebut, nama Joko Soegiarto alias Joe Chan Bin Tjandra Kusuma bukan merupakan nama kliennya. Kuasa hukum menilai, hal ini seharusnya dianggap telah terjadi error in persona dan surat dakwaan Penuntut Umum dipandang tidak cermat.

“Oleh karena itu, sudah semestinya surat dakwaan Penuntut Umum dinyatakan batal demi hukum (absolut nietig),” cetus Soesilo.

Selain itu dalam surat dakwaan, Penuntut Umum dinilai sama sekali tidak mengungkapkan fakta peristiwa keberadaan Djoko Tjandra bersama-sama dengan Anita Dewi Kolopaking dan Brigjen Prasetijo Utomo bertempat di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Nomor 3,Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Komentar