Perkara Dugaan Pengrusakan Lahan Ayah Kandung di Parepare, Terdakwa Dituntut 10 Bulan Percobaan

Sidang lanjutan kasus dugaan perusakan disertai penyerobotan lahan yang mendudukkan bos SPBU di Parepare H Ibrahim alias H Aco sebagai terdakwa kembali digelar, Kamis (22/10/2020).

FAJAR.CO.ID, PAREPARE — Sidang lanjutan kasus dugaan perusakan disertai penyerobotan lahan yang mendudukkan bos SPBU di Parepare H Ibrahim alias H Aco sebagai terdakwa kembali digelar, Kamis (22/10/2020).

Sidang kali ini memasuki pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Parepare.

Agenda sidang pembacaan tuntutan yang diketuai Majelis Hakim Krisfian Fatahillah berlangsung secara virtual. Dalam tuntutannya, JPU Mustarso menyatakan terdakwa telah secara sah dan meyakinkan menurut hukum telah melakukan perbuatan pidana pengrusakan aset lahan milik korban, H Mukti.

JPU juga meminta Majelis Hakim memberikan hukuman kepada H Aco yang tak lain anak kandung dari korban.

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara 5 bulan dengan masa percobaan 10 bulan,” sebut JPU Rahmat.

Hanya saja tuntutan JPU sempat mendapat perlawanan dari kubu terdakwa. Dimana, kuasa hukum H Aco mengajukan pembelaan secara lisan yang pada pokoknya memohon menyatakan terdakwa tidak bersalah dan memohon agar terdakwa lepas dari segala tuntutan hukum. Sebab perbuatan terdakwa hukum perdata.

Di kesempatan itu, Ketua Majelis Hakim Krisfian Fatahillah mempersilahkan JPU untuk menanggapi nota pembelaan kuasa hukum terdakwa. Namun pihak JPU tetap berada pada tuntutannya. Untuk sidang selanjutnya, pembacaan putusan akan dilaksanakan 5 November 2020.

Menanggapi tuntutan dari JPU, korban H Mukti merasa kecewa dan sakit hati. Sebab tuntutan tersebut tidak sebanding dengan perbuatan terdakwa. Sehingga dia berharap kepada Majelis Hakim agar menjatuhkan hukuman yang lebih berat dari tuntutan JPU.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar