Perkara Dugaan Pengrusakan Lahan Ayah Kandung di Parepare, Terdakwa Dituntut 10 Bulan Percobaan

Jumat, 23 Oktober 2020 14:47

Sidang lanjutan kasus dugaan perusakan disertai penyerobotan lahan yang mendudukkan bos SPBU di Parepare H Ibrahim alias H Aco sebagai terdakwa kembali digelar, Kamis (22/10/2020).

“Tuntutan tersebut sangatlah tidak adil. Saya berharap agar Majelis Hakim menjatuhkan putusan yang seberat-beratnya agar dia merasakan efek jera atas perbuatannya. Tuhan itu tidak buta dan akan memberikan keadilan yang seadil-adilnya,” katanya.

Ia menyayangkan tuntutan yang diberikan ke H Aco terbilang tidak setimpal dengan kejadian yang sebenarnya.

“Saya berusaha mencari keadilan selama 3 tahun tapi nyatanya tidak mendapat keadilan. Saya sakit hati sekali,” ujar Haji Mukti di akhir keterangannya sembari menadahkan tangan untuk berdoa.

Diketahui, dalam perkara tanah antara anak dan ayah ini. Haji Aco sebagai Terdakwa yang tak lain anak dari korban dikenakan pasal berlapis, yakni, pasal 406 ayat 1 KUHPidana yang berbunyi, “Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau, sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan.

Kemudian pasal 167 ayat 1 berbunyi “Barang siapa memaksa masuk ke dalam ruangan untuk dinas umum, atau berada di situ dengan melawan hukum, dan atas permintaan pejabat yang berwenang tidak pergi dengan segera, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan”. (hendra/fajar)

Komentar