Sri Mulyani: Insentif Tetap Diberikan

Menteri keuangan, Sri Mulyani

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah berupaya mengumpulkan penerimaan yang berasal dari pajak untuk tahun 2020 dan 2021 untuk menggerakkan ekonomi nasional di tengah situasi pandemi Covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta kepada seluruh pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk tetap Pengumpulan penerimaan pajak sebagai modal namun tetap memberikan insentif bagi yang terdampak Covid-19.

“Penerimaan pajak kita sedang tertekan namun kita tetap memberikan insentif perpajakan, sehingga teman-teman pajak pasti mengalami tantangan yang tidak mudah,” ujarnya dalam acara Spectaxcular 2020 Virtual Festival, Jumat (23/10).

Sri Mulyani mengungkapkan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 120, triliun melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Dana tersebut digunakan untuk insentif perpajakan bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Antara lain insentif pajak karyawan atau PPh Pasal 21 yang ditanggung pemerintah, pembebasan PPh 22 impor, hingga penurunan tarif PPh badan.

Sri Mulyani mengaku, hingga saat ini kondisi masih sangat sulit bagi dunia usaha dan pergerakan ekonomi masyarakat, namun di satu sisi pemerintah harus tetap mengumpulkan penerimaan. Sehingga, pihaknya tetap memberikan insentif kepada wajib pajak agar bisa bertahan.

“Hari-hari ini kita semuanya harus mendukung, saling mendukung, wajib pajak dalam situasi yang sulit kita akan coba jaga agar mereka bisa melewati masa sulit,” ucapnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar