Tiga Proyek Ditawarkan Sulsel, Investor Asing Mulai Berdatangan

Direktur Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Perwakilan Sulsel , Endang Kurnia

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Tiga proyek ditawarkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membuahkan hasil yang cukup baik.

Sebelumnya, penawaran itu dilakukan pada event Road To Indonesia Investment Day 2020 ke-11 yang dilaksanakan KBRI Singapura dan didukung oleh Perwakilan Bank Indonesia dan Perwakilan Badan Koordinasi Penanaman Modal di Singapura (IIPC).

Kini ketiga proyek unggulan Sulsel itu dilirik oleh investor asing dari berbagai negara. Seperti Jepang, Singapura dan Australia.

“Ada 10 investor khususnya untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang kebanyakan investor dari Jepang sedangkan untuk pariwisata di Kabupaten Selayar ada dari Singapura, Jepang, Australia,” kata Direktur Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Perwakilan Sulsel , Endang Kurnia Saputra, Jumat (23/10/2020).

Sementara untuk Kawasan Industri Maros, lanjut Endang, baru satu investor yang berminat untuk menanamkan modalnya.

Adapun tiga proyek unggulan Sulsel yang ditawarkan yakni Makassar Waste Management (Pengelolan Sampah Makassar), Maros Industrial Area (Area Industri Maros) dan Special Economic Zone Selayar (Kawasan Ekonomi Khusus Selayar).

“Makassar ini adalah western energy project atau pembangkit tenaga listrik sampah, kemudian kawasan industri Maros dan pariwisatanya Kabupaten Selayar,” beber Adang sapaan akrabnya.

Khusus di TPA Antang, kata dia, jika realiasi investasi tersebut berjalan dan diprediksi pada tahun 2021, maka Provinsi Sulawesi Selatan menjadi Kawasan Timur Indonesia pertama kali yang memiliki pembangkit tenaga listrik sampah.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar