10 Investor Berebut Garap Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Antang

Direktur Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Perwakilan Sulsel , Endang Kurnia Saputra

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sejumlah proyek unggulan Sulawesi Selatan menarik perhatian investor. Salah satunya pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS) di TPA Antang, Kota MAkassar.

Satu dari tiga proyek unggulan Sulsel itu mendapat perhatian setidaknya 10 Investor. Di mana mayoritas perusahaan asing yang tertarik berasal dari Jepang.

Penawaran itu dilakukan pada event Road To Indonesia Investment Day 2020 ke-11 yang dilaksanakan KBRI Singapura yang didukung Bank Indonesia dan Perwakilan Badan Koordinasi Penanaman Modal di Singapura (IIPC).

Direktur Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Perwakilan Sulsel , Endang Kurnia Saputra memaparkan tiga proyek unggulan yang dilirik oleh investor asing dari berbagai negara. Seperti Jepang, Singapura dan Australia.

“Kita menjual 3 proyek. Kita tunggu realisasinya. Jika terealisasi, Sulsel akan menjadi Kawasan Timur Indonesia pertama kali yang memiliki pembangkit tenaga listrik sampah,” kata Endang, Jumat (2/10/2020).

Proyek lainnya yaitu pembangunan Kawasan Industri di Kabupaten Maros. Sejauh ini, ada satu investor yang berminat untuk menanamkan modalnya.

Sementara dari sektor pariwisata di Kabupaten Selayar, investor ya g berminat berasal dari Singapura, Jepang, dan Australia.

“Makassar ini adalah western energy project atau pembangkit tenaga listrik sampah, kemudian kawasan industri Maros dan pariwisatanya Kabupaten Selayar,” beber Adang sapaan akrabnya.

Endang memprediksi realisasi investasi tersebut baru berjalan pada tahun 2021 mendatang.”Karena biasanya kan realisasinya tidak bisa langsung cepat tahun ini, mungkin tahun 2021 tapi untuk Antang ini besar sekali potensinya,” jelasnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar