Di Depan Rektor Unhas, Bupati Wajo Keluhkan Populasi Ikan Sapu-sapu

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Bupati Wajo, Amran Mahmud, mengeluhkan keberadaan ikan sapu-sapu di Danau Tempe.

Keresahan itu diutarakan Amran di depan Rekor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, dan para profesor pada ramah tamah peringatan dies natalis ke-64 Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar di Rujab Bupati Wajo, Jumat malam, 23 Oktober kemarin.

Orang nomor satu di Wajo ini menitip sejumlah harapan kepada Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu serta seluruh civitas akademika Unhas, agar potensi yang ada di Wajo dikembangkan melalui riset.

“Termasuk keberadaan ikan sapu-sapu, sekarang menjadi momok bagi nelayan di Danau Tempe,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dihimpun FAJAR.CO.ID, di Danau Tempe pernah dihuni sebanyak 19 jenis ikan. Termasuk ikan sapu-sapu atau nelayan setempat menyebutnya ikan tokek.

Berjalannya waktu, sejumlah spesies ikan mulai menghilang, akibat pesatnya populasi ikan sapu-sapu. Kondisi tersebutlah yang menjadi momok bagi nelayan.

Sementara, Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu menuturkan, penyelenggaraan dies natalis kali ini bertujuan untuk menjalin kerja sama dalam pengembangan potensi di Wajo.

Warga Desa Ujunge Kecamatan Tanasitolo, Abdul Asiz, mengaku, keberadaan ikan tokek sangat meresahkan. Bahkan sudah dianggap hama.

“Hasil tangkapan sekarang berkurang. Setiap jaring diangkat yang banyak cuma ikan tokek. Jaring kita juga rusak karenanya,” keluhnya. (man)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar