Diduga Pungli, Setoran Palang Truk Batu Bara Mengalir ke Oknum Kadus dan Penambang

Ilustrasi Tambang batu bara. (FB Labaco Baco)

FAJAR.CO.ID, BONE — Tambang batu bara di Kecamatan Lamuru, Bone perlahan mulai terbuka kasusnya. Terutama dugaan punggutan liar untuk truk pengangkut batu bara.

Setiap truk yang melintas di jalan poros, harus menyetor. Ada dua palang atau lokasi pemungutan setoran, satu di Desa Massenrengpulu dan satu lagi di Desa Mattampa, Kecamatan Lamuru.

Setoran itu diterima oleh warga yang bernama Sudi untuk Desa Massenrengpulu, sedangkan untuk Desa Mattampa Walie diterima oleh Kepala Dusun.

Sumber Fajar.co.id yang tak ingin disebutkan identitasnya mengutarakan bahwa, Sudi merupakan warga Massenrengpulu yang juga berprofesi sebagai penambang di lokasi tambang batu bara.

“Disitulah menyetor orang. Saya nda tau apakah digunakan untuk perbaikan jalan atau tidak,” katanya Sabtu (24/10/2020).

Sementara Kepala Desa Massenrengpulu, Batman menjelaskan, keluhan warga apakah uang retribusi itu terpakai atau tidak. Karena ada dua palang. Di Mattampa Walie satu palang, dan di Massenrengpulu satu palang.

“Kalau di sini tidak ada sangkut pautnya dengan pemerintah desa. Bahkan saya pernah dikasih uang Rp300 ribu, tetapi saya tolak. Yang jelas saya tidak ada sangkut pautnya dengan itu,” tegasnya.

Sementara Kapolsek Lamuru, Iptu Amiruddin menuturkan, pungutan itu bisa saja dilakukan oleh oknum masyarakat atau juga dari pihak pemerintah desa melalui Perdes.

“Yang pada intinya kalau dari Tripika mulai Polsek, Koramil dan Camat tidak ada yang menerima sumbangsi atau pungutan itu. Saya jamin,” tegasnya.(agung/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar