Gus Nur Sudah Ditangkap, Ferdinand Minta Polri Juga Proses Refly Harun

Sabtu, 24 Oktober 2020 11:30

Gus Nur dan Refly Harun saat berbincang di Chanel YouTube Refly Harun. (Screenshoot).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Gerak cepat Polri menangkap Suri Nur Rahardja alias Gus Nur di Malang atas kasus penghinaan atas Nahdatul Ulama (NU) diapresiasi politikus Ferdiand Hutahaen.

Diketahui, Gus Nur ditangkap atas laporan dari NU karena dianggap telah menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang bermuatan SARA dan penghinaan.

“Terima kasih POLRI atas kerja cepatnya. Semoga Sugik Nur bisa berkaca bahwa yang dia lakukan dan ucapkan adalah fitnah,” ungkap Ferdinand di akun Twitternya, Sabtu (24/10/2020).

Tak sampai di situ, mantan kader partai Demokrat itu juga meminta polisi memproses Refly Harun. Sebab, Gus Nur juga diduga menghina NU di akun YouTube milik pakar hukum perdata tersebut.

“Saya berharap POLRI juga memproses hukum Refly karena akun medsosnya menjadi penyebar informasi fitnah dan kebencian Gus Nur. @DivHumas_Polri ,” sebutnya.

Baca juga: Teddy Gusnaidi Sebut Refly Harun Bisa Diproses Polisi dalam Kasus Gus Nur, Jika…

Sebelumnya, Dirtipidsiber Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi menjelaskan Gus Nur ditangkap di sebuah rumah yang beralamat di Pakis, Malang, Jawa Timur. Gus Nur ditangkap dini hari tadi, Sabtu (24/10/2020).

Gus Nur ditangkap atas tuduhan menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan. Pernyataan Gus Nur tersebut disebarkan dalam akun YouTube MUNJIAT Channel pada 16 Oktober 2020.

“Tindak pidana menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan, menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas SARA dan penghinaan,” tutur Slamet.

Sebelumnya, Suri Nur Rahardja alias Gus Nur dilaporkan oleh Ketua Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Cirebon Azis Hakim ke Bareskrim Polri kemarin.

Laporan itu bernomor LP/B/0596/X/2020/BARESKRIM tanggal 21 Oktober 2020. Azis selaku pelapor mengatakan pihaknya melaporkan dengan dugaan tindak pidana penghinaan dan ujaran kebencian melalui media elektronik.(msn/fajar)

Bagikan:
4
5
2

Komentar