Jalan Tetap Rusak, Warga Pertanyakan Setoran dari Tambang Batu Bara di Lamuru

Kondisi jalan yang rusak akibat tambang. (FB Labaco Baco)

FAJAR.CO.ID, BONE — Banyak warga yang mengeluhkan aktivitas tambang batu bara yang berada di Kecamatan Lamuru.

Tambang batu bara itu melalui dua desa di Lamuru yakni Masserengpulu dan Mattampa Walie. Tambang itu sudah beroperasi beberapa tahun lalu. Namun, sampai saat ini jalan tetap berdebuh.

Informasi yang dihimpun ada uang palang yang dipungut Rp400 ribu setiap truk yang lewat. Ada puluhan truk yang lewat setiap harinya. Ironisnya, uang itu entah ke mana rimbanya.

Salah seorang warga berinisial IW mengaku, soal uang Rp400 ribu itu merupakan uang palang yang dibagi untuk dua desa. Masing-masing Rp200 ribu per desa antara Massenrengpulu dan Mattampa Walie.

“Begitu yang saya tau. Apakah uang itu masuk ke pemerintah kami tidak tau? Yang pasti warga mengeluhkan soal polusinya karena setiap hari lewat,” katanya kepada FAJAR Sabtu (24/10/2020).

Kepala Desa Massenrengpulu, Batman mengaku tak ada campur tangan desa dalam aktivitas tambang itu. Termasuk soal uang palang Rp400 ribu per truk.

“Iye, itu betul semua (keluhan warga). Tapi tidak ada sama sekali sangkut pautnya sama pemerintah desa,” bebernya.

Batman mempersilakan aparat penegak hukum (APH) untuk menyelidiki tambang yang berada di wilayahnya tersebut.

“Kalau saya silakan selidiki semuanya mulai dari izinnya sampai dengan kegiatannya,” jelasnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar