Khabib vs Gaethje: Pertarungan Terbesar dalam Sejarah UFC

Khabib Nurmagomedov akan menghadapi Justin Gaethje pada UFC 254/The Sun

FAJAR.CO.ID, ABU DHABI—Juara kelas ringan UFC asal Rusia, Khabib Nurmagomedov akan menghadapi petarung Amerika, Justin Gaethje pada UFC 254, di Fight Island, Abu Dhabi, dini hari nanti. Duel ini diklaim menjadi pertarungan terbesar dalam sejarah UFC dan akan memecahkan rekor bayar per tayangan (PPV) Khabib dan Conor McGregor 2018 lalu.

Khabib yang berusia 32 tahun saat ini merupakan salah satu petarung terbaik di UFC. Ia belum terkalahkan sepanjang kariernya dan menyandang status juara kelas ringan UFC. Rekor Khabib adalah 28-0 dengan 8 di antaranya adalah kemenangan KO, 10 kuncian dan 10 keputusan bulat.

Sementara Gaethje datang ke UFC 254 sebagai juara interim kelas ringan usai menaklukkan Tony Ferguson lewat kemenangan TKO di ronde kelima pada UFC 249. Gaethje memiliki rekor bertarung 22-2 dengan 19 kemenangan di antaranya ia raih dengan KO, dua kuncian, dan sekali keputusan bulat.

Untuk pertarungan super ini, The Eagle, julukan Khabib menurut laporan Sportbible akan menerima bayaran 10 juta dolar atau sekitar Rp146 miliar. Angka ini merupakan bayaran terbesar yang pernah diterima Khabib dalam kariernya dan pertarungan UFC sebelumnya.

Pendapatan Khabib bisa jauh lebih besar jika menang mengingat Rp146 miliar itu hanya gaji pokok. Angka tersebut belum termasuk pay per tayangan dan bonus UFC 254. Berapa total bayaran Khabib baru akan diketahui setelah pertarungan berakhir.

Dikutip dari Sportbible berdasarkan laporan MMA Daily, Khabib menerima honor sebesar 8,68 juta dolar dari 12 laga terakhir di UFC. Jumlah itu belum termasuk PPV. Dari 8,68 juta dolar itu, 7,63 juta dolar di antaranya didapat Khabib usai mengalahkan Conor McGregor dan Dustin Poirier. The Highlight, julukan Gaethje sementara itu menerima bayaran 3,318 juta dolar saat mengalahkan Tony Ferguson di UFC 249.

Khabib awalnya dijadwalkan melawan Tony Ferguson di UFC 249 awal tahun ini. Akan tetapi pandemi virus corona global membatalkan pertarungan itu karena Khabib terjebak dalam lockdown di Rusia. Gaethje kemudian menghadapi Ferguson untuk sabuk interim Mei lalu dan mengakhiri rekor 12 pertarungan tak terkalahkan lawannya.

Gaethje sendiri, kendati sudah dikalahkan Poirier lewat TKO ronde keempat, April 2018 silam dianggap sebagai lawan paling berbahaya yang pernah dihadapi Khabib dalam kariernya. Kendati demikian, Khabib telah menunjukkan dominasi yang belum pernah terlihat di UFC sebelumnya yang membuat pertarungan antara keduanya akan jadi tontonan hebat yang harus dilihat.

Presiden UFC, Dana White mengatakan, kedua petarung sama kuat sehingga akan menghadirkan duel yang sangat menarik dan seru. Makanya, ia memprediksi duel Khabib dan Gaethje berpeluang menjadi pertarungan terbesar dalam sejarah UFC.

Khabib yang menurut kantor berita Rusia, TASS, harus menurunkan berat badannya hingga 8,5 kilogram dalam waktu enam hari demi pertarungan ini mengaku sangat antusias. “Saya tak sabar untuk menunggu ini. Laga ini membuat saya antusias,” kata Khabib dikutip dari MMA Junkie.

Ada pembicaraan yang berkembang bahwa duel ini akan menjadi pertarungan gaya gulat. Gaethje seperti diketahui memiliki latar belakang gulat perguruan tinggi di AS, sedangkan Nurmagomedov mempraktikkan sambo, gaya gulat yang berasal dari Uni Soviet.

Namun, Khabib yang untuk pertama kalinya tidak akan didampingi ayahnya, Abdulmanap Nurmagomedov yang meninggal beberapa waktu lalu tidak terlalu peduli dengan hal itu. Ia hanya menegaskan bahwa ia punya tekad memenangi seluruh pertarungannya di UFC.

“Jika saya mencoba menjatuhkannya sekali dan dia bertahan, saya akan melakukannya semalaman. Inilah perbedaan besar antara gulat AS dan gulat Dagestan. (Gaethje) tahu tentang gulat. Ini akan menjadi sedikit sulit. Tapi saya mempersiapkan diri untuk mencoba menjatuhkannya 100 kali. Ini akan menarik,” tegasnya di Insider.

Untuk duel ini, Khabib mendapat banyak dukungan. Salah satunya dari superstar Juventus, Cristiano Ronaldo. CR7 mengaku yakin Khabib akan mengalahkan lawannya. “Tentu, tentu saja, Khabib akan menang. Saudara saya. Insya Allah,” kata Ronaldo ketika menjawab pertanyaan penggemar soal UFC 254 dikutip dari RT.

Menanggapi hal ini, Khabib yang bersahabat dengan kapten Portugal itu mengaku senang. “Ya, saya melihat videonya. Saya selalu mengobrol dengannya. Dia selalu memberi saya saran. Saya juga berbicara dengan Karim Benzema dan Zlatan Ibrahimovic. Saya menyukai sepak bola, dan saya sudah mengikuti orang-orang ini sejak usia muda. Mereka memberi saya energi besar,” jelas Khabib.

Gaethje tak kalah siap menghadapi pertarungan ini. Petarung asal Arizonan itu menegaskan ia akan menyakiti Khabib dengan tendangan yang memang menjadi senjata andalannya. “Saya punya tulang yang padat, dan ketika saya memukul orang, itu cenderung menyakiti mereka. Jadi saya harus menendangnya, saya harus memukulnya, dan saya harus membuatnya jelek,” gertaknya di UFC.com.

“Saya tidak seperti petarung mana pun yang pernah masuk ke Octagon. Pembantaian adalah apa yang saya cari. Bodoh untuk mengatakannya. Ketika saya masuk ke sana, saya terus-menerus berdoa bagi diri saya dan lawan saya untuk keluar dari sana tanpa cedera kronis. Tapi saya mencoba untuk menimbulkan kerusakan besar, pembantaian besar-besaran, rasa sakit yang hebat setiap saat,” lanjutnya.

Ya, Gaethje mungkin tidak seperti petarung mana pun yang pernah masuk ke Octagon. Tapi sekarang dia akan menghadapi seseorang yang ingin menjadi yang terbaik yang pernah berkompetisi dalam olahraga ini. Itu tidak akan mudah. Gaethje tahu itu, tapi dia mengaku menyukainya.

“Gaya bertarung saya telah berubah, tetapi kemampuan dan rasa haus saya untuk memberikan kerusakan tidak akan pernah berubah dan tidak akan pernah hilang. Saya orang paling kompetitif yang pernah Anda temui. Saya sudah berlatih perang sejak saya masih sangat muda, jadi tidak ada yang benar-benar berbeda,” ujarnya.

Walau demikian, Gaethje memastikan Khabib akan menjadi lawan berat. Namun, ia menegaskan sudah punya skenario mengalahkan lawannya. “Kami menjalankan skenario itu tanpa rasa takut. Ini tidak ada hubungannya dengan kekerasan; itu ada hubungannya dengan kemenangan,” tandasnya. (amr)

Komentar


KONTEN BERSPONSOR