Rayakan Sumpah Pemuda, AZA Virtual Run 2020 Libatkan 1.092 Pelari Senusantara

FOTO: ISTIMEWA

“Sejak awal, program ini tidak didesain untuk mengajak orang saling berkompetisi. Kami lebih mengajak peserta untuk berkompetisi dengan diri sendiri dan untuk memotivasi gaya hidup sehat. Karena itu, di AZA Virtual Run, tidak ada cut-off time. P

eserta bebas menentukan kecepatan larinya. Untuk yang baru mulai berlari, tujuannya mungkin adalah menuntaskan lari 5k. Untuk yang sudah rajin berlari, tujuannya mungkin mengalahkan record waktu pribadinya. Yang penting adalah kita semua bisa berolahraga dan menuntaskan misi masing-masing,” jelas Azrul. Bagi yang berhasil menyelesaikan misi larinya, panitia akan mengirimkan medali eksklusif AZA Virtual Run 2020.

Selain orang yang sudah banyak mengoleksi medali lari, program lari daring ini memang menyasar banyak pelari yang terhitung pemula. Salah seorang di antaranya adalah Darto Salim, peserta dari Kabupaten Fakfak, Papua Barat yang mengambil misi lari 5K pada AZA Virtual Run 2020.

“Biasanya, saya hanya lari satu kilometer kemudian, lalu absen satu minggu, bahkan sampai satu bulan. Saya ikut AZA Virtual Run supaya punya motivasi untuk rutin olahraga di masa pandemi,” cerita Darto.

Benar saja, sejak mendaftar sebagai peserta, Darto jadi lebih rutin berolahraga dan berlari. “Tiga hari sekali saya lari untuk persiapan. Dan ketika saya share ini di media sosial, malah ada teman yang juga tertarik untuk ikut lari bersama. Semoga nanti kami sama sama bisa menuntaskan misi lari ini,” katanya.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR