Wilayah Selayar Dicaplok, Rapsel Ali Minta Masyarakat Tetap Tenang

Rapsel Ali/dok

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Sengketa Pulau Kakabia antara Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan dengan Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara yang saat ini bergulir di Kementerian Dalam Negeri semakin memanas.

Itu setelah Pemerintah Buton Selatan merobohkan bangunan tapal batas terluar Sulawesi Selatan. Pada saat sama, mereka membangun tapal batas Buton Selatan tanpa ada konfirmasi ke Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.

Warga selayar pun bereaksi dengan aksi pencaplokan secara sepihak oleh pemerintah Buton Selatan. Menyikapi hal ini, Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Rapsel Ali meminta masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan.

Anggota DPR RI Dapil Sulsel 1,  yang juga merupakan putra asli Selayar berharap masyarakat mempercayakan hal ini kepada mekanisme yang sementara berjalan. Menurutnya, persoalan ini harus dilihat secara bijak.

“Saya meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh provokasi-provokasi yang dilakukan oleh Pemerintah Buton Selatan. Kita harus bijak melihat kasus ini dan mempercayakan pada proses yang sedang berjalan” ujar Rapsel di kediamannya di Jakarta, Sabtu, 24 Oktober, hari ini.

Rapsel, nama yang merupakan akronim dari Rappang Selayar, berjanji akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Menurutnya, Pulau Kakabia yang merupakan milik Kabupaten Kepulauan Selayar. “Dan bisa kembali kita kuasai secara de facto dan de Jure,” tegasnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar